Pengalaman, Agus-Novan Pastikan Layanan Adminduk Terintegrasi 10 Menit Tuntas
oppo_2

AMBON,Nunusaku.id,- Debat kedua digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon dengan mengusung tema “penguatan ekonomi, kesejahteraan sosial dan daya saing daerah yang inklusif dan berkelanjutan”, Selasa (5/11).

Tak seperti debat pertama yang panas dan saling “serang” antar Paslon di sesi tanya jawab dan saling sanggah terutama di Paslon 2 dan 4, debat kedua di Gedung Islamic Center Waihaong ini berjalan lebih “adem ayem”.

Usai paparan visi dan misi di sesi pertama, dilanjutkan pendalaman oleh panelis lewat pertanyaan-pertanyaan seputar tema debat, diakhiri dengan sesi tanya jawab dan closing statemen.

Salah satu segmem pada sesi tanya jawab, ketika calon Wakil Walikota Ambon nomor 4, Syarif Bakri Assyatri bertanya ke calon Walikota Ambon nomor urut 1, Agus Ririmasse tentang pengalaman yang bisa diterapkan untuk permudah pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada warga kota di dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Kota Ambon.

Ririmasse yang pengalaman di sektor itu karena merupakan mantan Kadis Dukcapil Kota Kupang dan sempat mendapat penugasan khusus dari mantan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk benahi pelayanan Dukcapil saat awal-awal jadi Sekretaris Kota, merespon dengan lugas.

Menurut Ririmasse, semenjak ditugasi benahi Dukcapil, dalam waktu singkat dia mampu merubah mindset jajaran pegawai untuk kedepankan pelayanan pakai hati dan sistem pelayanan yang terintegrasi. Hal itu yang juga akan dilakukan saat menjadi kepala daerah.

“Adminduk adalah hak warga negara Indonesia, termasuk di Kota Ambon yang mana pemerintah lewat dinas Dukcapil memberikan pelayanan baik KTP, kartu keluarga, kartu identitas anak, akte kelahiran dan akte kematian,” jelasnya.

Dengan pelayanan terintegrasi yang akan dilakukan menurutnya, hanya dalam waktu 10 menit masyarakat sudah bisa mendapatkan KTP, kartu keluarga, sekaligus akta kelahiran, akta kematian serta identitas anak.

“Sekali urus, dapat tiga. Pelayanan Dukcapil bisa 10 menit saja tuntas, masyarakat bisa mendapat KTP. Itu saya pernah buktikan saat jadi Sekkot dan turun ke Dukcapil. Lakukan ujicoba di operator. Minta password dan username, ternyata cetak KTP masyarakat hanya dua menit dan diserahkan dalam waktu hanya lima menit,” urainya.

Jadi ketika ditanamkan nilai-nilai hati yang melayani masyarakat, menurut Ririmasse, maka semua proses pelayanan Adminduk itu bisa berjalan dengan baik, lancar dan cepat tanpa hambatan.

Selain itu, dirinya mengaku dengan networking yang dimiliki akan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Dukcapil Kemendagri untuk membantu pemerintah kota (Pemkot) Ambon dalam hal pengadaan blanko KTP.

“Itu sudah kami buktikan, bukan lagi baru janji. Dulu misalnya Pemkot hanya dapat 2000 atau 4000 blanko KTP, tapi saat jadi Sekkot kami komunikasi dan dapat 20 ribu blanko KTP tiap tiga bulan sekali. Kami pastikan itu juga dilakukan kedepan agar warga kota Ambon terlayani Adminduk secara baik,” kuncinya. (NS)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email