
AMBON,Nunusaku.id,- Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto terus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pendekatan dialogis dan humanis.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan makan malam bersama para tokoh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (7/1/26) malam.
Cafe Malinan, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil ini menjadi saksi betapa cairnya komunikasi dan dialog tanda terbangun dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Perjumpaan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda khususnya dalam merespons dinamika Kamtibmas serta memperkuat deteksi dini potensi gangguan Kamtibmas di Malra dan Tual.
Kapolda didampingi Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo serta sejumlah PJU, Kapolres dan Wakapolres Malra, Dandim 1503/Tual.
Dialog dihadiri tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan ohoi, diantaranya tokoh masyarakat kompleks Pemda Romi Retraubun, tokoh masyarakat Ohoibun Atas Fery Samderubun, para Penjabat Ohoi di wilayah Langgur dan Watdek, serta Ketua Pemuda Langgur.
Kapolda menyoroti karakteristik wilayah Langgur dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan layanan publik, serta sebagai jalur penghubung utama antara Pulau Dullah dan Pulau Kei Kecil.
Tingginya mobilitas dan interaksi masyarakat di kawasan tersebut menuntut pengelolaan kamtibmas yang berbasis komunikasi dan kolaborasi.
Kapolda tegaskan, Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan. Dialog langsung dengan tokoh masyarakat dinilai efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus mencegah potensi konflik sejak dini.
“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggungjawab kita semua. Peran tokoh agama, adat, masyarakat, dan pemuda sangat penting dalam menjaga kedamaian dan persatuan,” tegas Irjen Dadang.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dan menahan diri dalam menyikapi setiap persoalan sosial agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Langkah Kapolda mengedepankan dialog dan silaturahmi dengan tokoh berpengaruh mencerminkan pendekatan kepemimpinan keamanan yang modern dan inklusif.
Pola komunikasi langsung dinilai efektif memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah konflik sosial di wilayah dengan dinamika interaksi masyarakat yang tinggi seperti Malra dan Kota Tual. (NS)





