
AMBON,Nunusaku.id,- Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota Ely Toisuta mendapat kritikan tajam dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar lantaran sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu hingga kini belum membuat gebrakan dan terobosan yang signifikan, sebaliknya lebih banyak upaya pencitraan diri.
Selain itu, salah satu masalah yang disoroti Gunawan ialah ketidakmampuan keduanya mengambil langkah tegas untuk menata Pasar Mardika. Manakala kawasan tersebut sangat tidak teratur, bahkan keberadaan trotoar dan terminal juga dialih fungsi sebagai lahan berjualan para pedagang yang mencari nafkah di lokasi pasar yang menjadi primadona di kota ini.
“Kalau pimpinan takut ambil tindakan karena alasan popularitas lebih baik mundur. Kota ini butuh ketegasan bukan pencitraan,” tegasnya dilansir salah satu media, Rabu (9/4).
Menanggapi hal tersebut, juru bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Ronald Lekransy menjelaskan, pernyataan tersebut sangat tidak tepat, karena sejatinya sudah banyak hal yang dilaksanakan pasangan dengan jargon ‘Beta Par Ambon’ ini, salah satunya menerapkan lagi program Walikota jumpa Rakyat (Wajar).
“Dan saya yakin masyarakat dapat merasakannya, karena Walikota dan Wakil Walikota juga membuka ruang komunikasi terbuka untuk menyelesaikan semua hal yang dialami masyarakat,” jelas Lekransy dalam siaran persnya, Kamis (10/4).
Ditegaskan, untuk menertibkan pasar Mardika, Pemkot tidak duduk diam, namun berupaya agar semua pihak diuntungkan sehingga tidak terjadi ketersinggungan. Tetapi juga penting langkah-langkah persuasif dan humanis dibangun atas dasar kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat.
“Pak Walikota di setiap kesempatan dan juga saat memberikan arahan pada apel pagi kemarin di Balaikota, tegaskan bahwa penertiban akan dilaksanakan pasca Idul Fitri. Hal ini masih terus koordinasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, sambil dilakukan penyiapan langkah-langkah teknis, dan administrasi,” jelas Lekransy, Kamis (10/4).
Walikota menurut Lekransy, menjadikan kebijakan penertiban pasar Mardika adalah agenda penting, sebab jadi salah satu program prioritas pemerintah dan harus dilakukan untuk kenyamanan dan ketertiban kota.
“Tidak ada tendensi lain yang kita inginkan, selain penataan pasar dan terminal yang rapih dan tidak ada lagi kemacetan di sepanjang jalur Mardika, dan kami yakin Masyarakat akan mendukung langkah ini,” jelasnya.
Namun sebelum penertiban dilakukan, menurutnya, ada hal-hal yang harus disiapkan OPD terkait, dalam hal ini Dinas Perindag, agar dapat menyurati para pedagang dan menyampaikan himbauan, pemberitahuan pelaksanaan penertiban. Sehingga dapat dipastikan, usai semua proses selesai dilakukan, Walikota sendiri akan turun memimpin penertiban.
“Upaya membangun konsolidasi pegawai untuk memiliki visi misi yang sama membangun Ambon, termasuk mengajak dan memotivasi semua pihak bersama–sama mendukung 17 program prioritas pemerintah untuk mendorong semangat membangun Ambon Par Samua juga telah dan selalu dilakukan kedua pimpinan Kota ini,” tandas Lekransy.
Ada juga langkah tegas Walikota dan Wawali yang memimpin langsung paparan efisiensi anggaran OPD Pemkot Ambon guna memastikan perencanaan program dan anggaran akan berorientasi pada kepentingan pelayanan masyarakat. Dapat dipastikan akan ada banyak efisiensi yang dilakukan Pemkot guna menunjang program prioritas.
Mulai dari optimalisasi upaya penyelesaian sampah, penambahan armada angkut sampah, penebangan pohon yang mengancam keselamatan masyarakat di sepanjang bahu jalan dan atau permukiman penduduk, penegakan parkiran liar dan pungli, pemasangan tambahan CCTV dan Wifi di ruang publik, optimalisasi fungsi, pengelolaan ruang terbuka, serta upaya mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan lainnya.
“Terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa terlibat, dan mengingatkan pemerintah dalam
upaya membangun Ambon yang lebih baik,” pungkasnya. (NS)





