Pemkab Malteng Diminta Ikut Tanggungjawab Ganti Rugi Rumah Warga Hunuth
IMG-20250821-WA0002

AMBON,Nunusaku.id,- DPRD Kota Ambon merespon positif langkah Walikota Bodewin yang akan membantu perbaikan rumah warga Hunuth yang dibakar atau dirusak saat bentrok tersebut sebagai bentuk langkah penanganan.

Namun begitu, para wakil rakyat itu juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) tak lepas tangan namun ikut bertanggungjawab.

“Kita lagi susah keuangan. Makanya DPRD telah nyatakan sikap agar kerugian yang dialami warga Hunuth, jangan hanya Pemkot menanggungnya, tapi harus juga Pemprov Maluku dan Pemda Malteng,” ungkap Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (20/8).

Ia menilai, Pemkab lalai terhadap pembinaan Kamtibmas masyarakatnya. Sebab, jika ada sesuatu insiden di Kabupaten Maluku Tengah, pasti kejadian fatal selalu terjadi di Ambon.

Olehnya itu, pihaknya sangat berharap Pemerintah Provinsi Maluku dapat memfasilitasi Pemkot Ambon maupun Pemda Malteng agar duduk bersama melihat persoalan tersebut.

“Pemerintah Kota Ambon siap, tapi apakah itu beban kita sendiri yang tanggung, padahal kita sama-sama tahu pelakunya dari mana, warga mana?, kami tidak ingin memilah-milah masyarakat tetapi ini situasi yang terjadi kami menyuarakan damai dari Ambon,” tegasnya.

Mewakili para koleganya, Tamaela menyampaikan belasungkawa kepada korban dan mengutuk keras aksi pembakaran rumah warga Hunuth.

“Dalam peristiwa itu kami seluruh elemen pemerintah dan warga kota Ambon mengutuk keras tindakan tindakan anarkis, main hakim sendiri, barbaran yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang terlibat dalam peristiwa itu,” katanya.

Diketahui, kurang lebih ada 17 rumah terbakar, 13 rumah Rusak sehingga menyebabkan 739 jiwa atau 156 KK warga desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon mengungsi, pasca bentrok dengan warga Hitu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (19/8/2025).

Bentrokan tersebut diketahui bermula dari tauran melibatkan pelajar SMK Negeri 3 Ambon. Kondisi semakin memanas kala adanya aksi penikaman terhadap Afdal Pellu (18) warga Hitu sehingga meninggal dunia.

Mendengar itu, sejumlah warga Hitu langsung bergerak di wilayah Hunuth. Bentrokan tak terhindarkan, sehingga menyebabkan belasan rumah masyarakat Hunuth dibakar.

Ketika bentrok sedang memanas, Walikota Ambon Bodewin Wattimena langsung turun ke lokasi kejadian. Bahkan ia bersama Ketua DPRD bertahan di TKP hingga pukul 03.00 WIT, dini hari kemarin.

Sebelumnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena dihadapan warga Hunuth di TKP mengaku, menyangkut kerusakan rumah yang dibakar pada bentrok tersebut akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot).

Tangkap Pelaku Pembakaran

Akibat kejadian tersebut, seluruh warga Hunuth terpaksa mengungsi di lokasi yang dirasa aman, baik itu di keluarga maupun tetangga di desa lain yang bisa menampung mereka.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah desa dalam hal ini Nania, Poka, Negeri Lama, Lateri, Negeri Halong yang bisa menampung warga dari desa Hunuth,” jelasnya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi Polresta Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease serta Polda Maluku, jajaran unsur TNI karena telah membantu mengupayakan agar situasi dapat kondusif.

“Kami mengapresiasi sungguh aparat kepolisian yang mampu melakukan penangkapan terhadap pelaku, sehingga apa yang menjadi tuntutan warga Hitu bersama keluarga korban sudah bisa terpenuhi saat ini,” katanya.

Pihaknya akui dia, bakal melakukan pengawalan secara khusus kepada pihak kepolisian terhadap proses penangkapan para pelaku dan mendesak untuk ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Karena selama ini ada peristiwa yang sama pelaku ditangkap penegakan hukumnya tidak jalan. Ini pengalaman yang kami rasakan. Ini pil pahit yang kami terima dan kali ini kami akan mengawal ketat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam peristiwa kebakaran itu, terjadi korban material yang dialami warga Hunuth. Atas peristiwa ini warga yang terdampak meminta keadilan yang sama untuk pelaku pembakaran atau peristiwa penyerangan itu juga ditangkap.

“Kami juga mendesak itu. Peristiwa ini sudah berulang kali terjadi. Ada kejadian pertikaian apapun, warga Hunuth selalu korban. Ini yang sangat kami sayangkan tindakan main hakim sendiri, tindakan anarkis, bar baran dari saudara-saudara kita di Malteng kepada warga Hunuth,” pungkasnya. (NS)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email