
AMBON,Nunusaku.id,- Menyambut Idul Fitri 1447 Hijriyah dan perayaan Paskah 2026, Komisi II DPRD Kota Ambon memastikan ketersediaan bahan pokok (Bapok) di Kota Ambon dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepastian itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Mailuhu kepada awak media usai rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon di kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (24/2/26).
Dalam rapat tersebut, kata Mailuhu, Komisi II hadirkan seluruh unsur TPID, mulai dari bagian ekonomi, dinas perindustrian dan perdagangan, perikanan, pertanian, hingga ketahanan pangan.
Masing-masing memaparkan kondisi riil stok kebutuhan pokok serta data suplai dari para distributor.
“Seluruh kebutuhan Bapok sudah dilaporkan lengkap, termasuk data dari supplier. Dari hasil paparan, stok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri dan Paskah dipastikan mencukupi,” ujar Mailuhu.
Ia mengakui, beberapa komoditas miliki keterbatasan daya simpan, seperti telur yang hanya bertahan sekitar empat hari. Namun, pasokan tambahan telah dijadwalkan masuk dalam waktu dekat.
Sementara untuk beras dan kebutuhan pokok lainnya, para pelaku usaha memastikan ketersediaannya tetap aman.
Komisi II juga menaruh perhatian serius pada potensi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan data yang diterima, inflasi Januari 2025 tercatat sebesar 5,5 persen. Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipatif agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan pada Februari dan Maret.
Komoditas cabai menjadi salah satu fokus pengawasan, dimana Produksi lokal di Ambon masih terbatas sehingga pasokan sebagian besar didatangkan dari daerah penyangga seperti Seram, Buru, dan Masohi.
Meski demikian, pemerintah memastikan stok cabai tetap aman. Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Ambon akan menggelar pasar murah serta memberi subsidi.
Cabai yang dibeli dari luar daerah menggunakan harga petani, kemudian disubsidi pemerintah dan dijual di bawah harga pasar guna menekan laju inflasi.
Selain itu, pemerintah juga siapkan sekitar 2.100 paket sembako murah, setiap paket yang bernilai Rp 125.000 disubsidi Rp 70.000, sehingga masyarakat cukup membayar Rp 55.000 dan paket tersebut akan didistribusikan di empat titik.
Distribusi kupon diserahkan kepada pihak kecamatan dan kelurahan agar penyaluran tepat sasaran.
Menurut Mailuhu, aparat wilayah dinilai lebih memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat sehingga bantuan dapat diberikan secara adil dan efektif.
Sebagai langkah pengawasan, Komisi II DPRD dijadwalkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor besar, Rabu (25/2/26) siang.
“Kami akan turun langsung pastikan tidak ada penimbunan stok maupun pelanggaran distribusi. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, akan segera kami laporkan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Melalui koordinasi lintas sektor, skema subsidi, pasar murah, hingga sidak lapangan, Komisi II berharap stabilitas harga dan ketersediaan Bapok di Ambon tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan Ramadan serta merayakan Idul Fitri dan Paskah dengan aman dan tenang. (NS-02)




