Panca Karya Siapkan Armada Layani Nataru 2026-2027
IMG-20261030-WA0011

AMBON,NUNUSAKU.ID,– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya mulai mematangkan kesiapan armada kapal untuk menghadapi lonjakan penumpang pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Kesiapan itu ditandai dengan rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku dan stakeholder terkait di kantor Dishub Maluku, pekan lalu.

Direktur Utama Perumda Panca Karya, M. Rany Tualeka mengatakan, pihaknya mendukung arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa agar pelayanan transportasi laut selama Nataru berjalan optimal, dengan tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) pelayaran.

Menurutnya, sejumlah armada telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran pelayanan, diantaranya KM Bandaleon, KM Bahtera Nusantara, KM Tanjung Kuako, serta kapal lainnya yang disesuaikan dengan jadwal operasional masing-masing.

Namun, kesiapan armada juga harus memperhitungkan jadwal perawatan atau docking kapal yang waktunya berdekatan dengan periode Nataru.

“Pelayanan Nataru menjadi agenda utama dan perhatian serius operator. Hukumnya wajib bagi kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kesiapan armada menjadi perhatian penting,” ujar Rany di Ambon, Sabtu (31/10/26).

Ia menjelaskan, perhatian manajemen terutama diarahkan pada kesiapan kapal yang melayani sejumlah lintasan strategis, seperti Hunimua-Waipirit serta jalur subsidi Ambon-Waisala, Teluk Bara, Manipa, Namlea dan sekitarnya.

Rany menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan kapal, termasuk mengatur jadwal operasional dan perawatan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Selain kesiapan armada, Rany juga memberikan penjelasan terkait kondisi kapal Bahtera Nusantara (Banus) yang hingga kini belum dapat kembali beroperasi.

Menurutnya, secara teknis kondisi mesin kapal Banus telah dinyatakan bersih dan tidak mengalami persoalan berarti. Namun, kapal tersebut sudah memasuki masa kewajiban docking sehingga belum dapat dioperasikan sebelum menjalani proses perawatan tersebut.

“Untuk Banus, secara engine sudah clear and clean. Hanya persoalannya, kapal ini memang sudah waktunya naik docking. Jadwal docking sebelumnya tertunda sejak Agustus, sehingga sekarang harus disesuaikan kembali,” jelasnya.

Ia mengatakan, docking merupakan kewajiban dalam ketentuan keselamatan dan operasional pelayaran yang harus dipenuhi setiap kapal sesuai jadwal perawatan berkala.

Karena itu, manajemen Panca Karya masih mengupayakan waktu pelaksanaan docking kapal Banu dengan mempertimbangkan kesiapan teknis serta kemampuan keuangan perusahaan.

Rany berharap, proses koordinasi dan penyesuaian jadwal perawatan seluruh armada dapat berjalan lancar sehingga Panca Karya tetap mampu memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat Maluku selama momentum Nataru.

“Ini menjadi perhatian manajemen. Kami akan berupaya mengatur semuanya sesuai kemampuan perusahaan, tetapi keselamatan pelayaran dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi hal yang harus diperhatikan,” tutupnya.

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email