
AMBON,Nunusaku.id,- Harapan menghadirkan kembali transportasi laut yang kuat dan andal di Maluku mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama Perumda Panca Karya dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kini membuka lembaran baru melalui komitmen membangun kolaborasi strategis demi memperkuat konektivitas antarpulau.
Komitmen kuat itu mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Gubernur Maluku, kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (21/7) malam.
Pertemuan itu mempertemukan Gubernur Hendrik Lewerissa, manajemen Perumda Panca Karya, serta pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dari pusat hingga Cabang Ambon.
Hadir dalam pertemuan selain Gubernur, Asisten II Setda Maluku Kasrul Selang, Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Direktur Utama Perumda Panca Karya Muhammad Rany Tualeka, Direktur Operasional Syarifudin Goo, serta Komisaris Utama, Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan jajaran ASDP Cabang Ambon.
Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, mengatakan pertemuan itu menghasilkan kesepahaman awal untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dalam mendukung layanan transportasi laut di Maluku.
Menurutnya, peluang kolaborasi semakin besar seiring hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional di Maluku, mulai dari pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Port, hingga Pengembangan Infrastruktur Pelabuhan (PIP) yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
“Prinsipnya, kami membuka diri untuk menjalin kerja sama. Pemerintah Provinsi Maluku melalui Bapak Gubernur juga sangat berharap kolaborasi ini bisa segera diwujudkan. Harapan itu disampaikan langsung dalam pertemuan,” ujar Tualeka di ruang kerjanya, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, saat ini sejumlah armada milik Perumda Panca Karya telah kembali melayani masyarakat, sementara beberapa kapal lainnya masih menjalani proses docking. Ditengah keterbatasan fiskal dan proses pembenahan manajemen yang sedang dilakukan, dukungan dari ASDP dinilai menjadi peluang penting untuk mempercepat pemulihan layanan.
Menurutnya, ASDP membuka ruang untuk membantu pembiayaan terhadap kapal-kapal yang masih menjalani docking. Setelah kembali beroperasi, pola kerja sama yang disiapkan mengarah pada sistem bagi hasil. Manajemen juga berharap para awak kapal yang selama ini terdampak proses docking dapat kembali bekerja ketika armada tersebut mulai berlayar.
“Semua itu masih dalam tahap komunikasi dan pembahasan kerjasama. Formula teknisnya nanti akan dibicarakan lebih lanjut antara manajemen Perumda Panca Karya dan ASDP,” jelasnya.
Gubernur Hendrik Lewerissa akui Tualeka, menyambut positif inisiatif tersebut. Sebab Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen memperkuat pelayanan transportasi laut dengan membangun kemitraan antara BUMD dan ASDP sebagai operator nasional yang telah berpengalaman.
Bagi Gubernur, transportasi laut bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat Maluku sebagai provinsi kepulauan. Karena itu, ia berharap seluruh pulau di Maluku dapat kembali terhubung melalui jaringan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal menghidupkan kembali kejayaan layanan feri di Maluku yang selama bertahun-tahun menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan masyarakat di berbagai pulau,” pungkas Tualeka. (NS)




