Pameran Seni Rupa & Kriya Pelajar 2026-Dorong Generasi Muda Maluku Kembangkan Talenta
file_00000000269481f7ab69b8720062e744

AMBON,Nunusaku.id,- Pameran Seni Rupa dan Kriya Pelajar tingkat SMA/SMK/SLB tahun 2026 menjadi ruang bagi generasi muda Maluku untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi dan talenta di bidang seni.

Kegiatan yang dihelat sejak 11-15 Agustus 2026 tersebut merupakan presentasi karya unggulan sebagai kelanjutan dari Workshop Seni Rupa yang dilaksanakan pada 8–12 Juni 2026 oleh Taman Budaya Provinsi Maluku.

Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan Manajemen Talenta Nasional di bidang seni dan budaya, melalui dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik/BOP Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam laporannya, Kepala Seksi Penyajian Apresiatif Seni dan Budaya Taman Budaya Provinsi Maluku, Prihe Letlora, S.Sos., M.Hum menjelaskan, pameran tidak sekadar menjadi tempat memajang karya, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat masa depan melalui kreativitas.

“Dibalik setiap karya yang terpajang di ruang ini, ada seorang anak muda yang sedang belajar mengenal dirinya, menemukan potensinya, mengasah keterampilannya dan perlahan-lahan menemukan keberanian untuk mengatakan kepada dunia: Saya bisa berkarya,” ungkapnya saat pembukaan pameran di Taman Budaya Maluku, Selasa (11/8/26).

Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku melalui Taman Budaya berupaya menghadirkan ruang-ruang publik bagi generasi muda untuk berekspresi, belajar, bereksperimen dan mengembangkan talentanya.

Pengembangan Manajemen Talenta Nasional, kata dia, bukan hanya tentang mencari siapa yang paling unggul tapi tentang menghasilkan karya.

“Yang paling penting, kita sedang melihat talenta. Workshop telah menjadi ruang pembelajaran. Para peserta menerima pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan pendampingan. Kemudian hari ini, melalui pameran, mereka diberi ruang untuk mempresentasikan karya terbaiknya,” jelasnya.

Dari 30 peserta, dihasilkan sebanyak 203 karya yang dikurasi oleh perupa Michael Frans, yang terdiri dari 110 lukisan kanvas, 60 karya kriya dan 33 lukisan digital.

Karya-karya tersebut merupakan hasil proses pembelajaran dan workshop seni rupa yang lalu, dengan waktu pengerjaan selama kurang lebih dua bulan.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta, yakni talenta ditemukan, dikembangkan, direpresentasikan, diapresiasi dan terus didorong untuk tumbuh.

Sebab, sebuah talenta tidak akan berkembang jika hanya disimpan. Talenta membutuhkan ruang, kesempatan, apresiasi dan orang-orang yang percaya bahwa talenta tersebut layak untuk dikembangkan.

Melalui pameran yang mengusung tema “Harmoni Talenta Beta” ini, Taman Budaya Maluku berharap semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, percaya pada potensi diri dan mendapatkan ruang untuk terus berkembang.

Pameran yang terpusat di Galeri Lia-lia Taman Budaya Maluku itu akan berlangsung lima (5) hari, sejak hari ini hingga Sabtu, 15 Agustus 2026. Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Selain itu, disediakan pula deretan produk UMKM lokal Ambon yang bisa disantap para pengunjung pameran.

Diketahui, pembukaan pameran seni rupa dan Kriya itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Maluku Melky Lohy, Plh Kepala Taman Budaya Maluku, Kepala Bidang SLB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Kepala SMA/SMK/SLB peserta Pameran, para guru, siswa-siswi SMA/SMK serta undangan lainnya. (NS)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email