
AMBON,Nunusaku.id,- Anggota DPR-RI Dapil Maluku, Hendrik Lewerissa mendapat “kehormatan” membawakan orasi ilmiah bertemakan “strategi kebijakan pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi” di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Rabu (31/7).
Orasi ilmiah dibawakan Lewerissa bertepatan dengan momen wisuda sarjana ke-XXVIII dan Pascasarjana ke-XXIX periode pertama IAIN Ambon sebanyak 344 lulusan.
“Satu kehormatan bagi saya sebagai anggota DPR-RI diminta pak Rektor IAIN Ambon dan panitia wisuda S1 dan S2 periode pertama tahun 2024 IAIN Ambon membawakan orasi ilmiah,” tandas HL kepada awak media.
Berkaitan tema orasi ilmiah, menurut HL, bahwa hari ini angka pengangguran dari kalangan perguruan tinggi cukup tinggi. Fakta ini mengacu kepada data BPS dan di Maluku dalam konteks lokal hal itu juga sama.
Sehingga sangat disayangkan bagi 344 wisudawan ini jika lulus lalu kemudian menjadi pengangguran intelektual. Karena itu pemerintah atau negara dengan tanggungjawab konstitusional untuk memajukan kesejahteraan umum harus memikirkan bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.
“Pemerintah punya tanggungjawab untuk menciptakan lapangan kerja sehingga bisa menyerap tenaga kerja lulusan universitas atau perguruan tinggi ini,” pinta anggota komisi VI DPR-RI itu.
Salah satu cara menyerap tenaga kerja akui HL, adalah dengan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan. Manakala lapangan kerja selain bicara soal PNS dan TNI Polri, tapi di sektor swasta hanya bisa tercipta lewat investasi.
Sebab itu pemerintah punya tanggungjawab untuk menciptakan iklim atau kondisi investasi yang kondusif. Pasalnya dengan kondisi investasi yang kondusif maka investor akan berminat atau bergairah untuk berinvestasi di Maluku.
“Kan Maluku ini punya sumber daya alam (SDA) yang sangat berlimpah. Kita juga punya sumber daya manusia (SDM). Meski memang masih menjadi isu soal kualitas SDM kita,” tukas dia.
Paling kurang jika pemerintah menciptakan kondisi investasi yang kondusif seperti misalnya regulasi yang mempercepat perizinan lewat kebijakan OSS atau online single submission atau pengurusan NIB yang lebih cepat, itu sangat membantu.
Akan tetapi kondisi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air, internet, jaringan telepon dan sebagainya mesti jadi perhatian pemerintah, tidak boleh diabaikan.
Sehingga jika kondisi-kondisi ini telah tersedia, maka dipastikan ini akan merangsang para investor untuk datang berinvestasi di Maluku.
“Iya dong, apa yang kurang dengan Maluku. Kita bicara berbagai aspek kekuatan kita dari perikanan, pertambangan, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, banyak. Terpenting pemerintah memiliki visi yang jelas untuk bagaimana menciptakan lapangan kerja baru,” tegasnya.
HL yang juga bakal calon Gubernur Maluku ini memastikan nantinya dalam visi misi, semua hal-hal substansial itu akan dicantumkan sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab untuk memperbaiki Maluku jauh lebih baik kedepan.
“Sebab kan kepala daerah itu adalah seseorang yang mampu mengidentifikasi masalah dan mampu untuk merencanakan program solutif terhadap masalah itu. Itu kepala daerah yang handal,” pungkas Ketua DPD Gerindra Maluku itu. (NS)



