Nelayan Hebat Harus Selamat, Informasi Cuaca Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan
IMG-20260730-WA0018

AMBON,Nunusaku.id,– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan informasi cuaca yang akurat sebagai dasar aktivitas melaut.

Komitmen tersebut disampaikan Walikota Bodewin Wattimena saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tahun 2026 yang mengusung tema “Dengan SLCN, Nelayan Hebat, Selamat, Sejahtera”, di Ruang Vlissingen, Balaikota Ambon, Kamis (30/07/26).

Walikota mengatakan, Ambon sebagai bagian dari Provinsi Maluku yang merupakan daerah kepulauan memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap laut.

Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, laut juga merupakan sumber kehidupan dan penopang perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan.

Menurutnya, potensi kelautan yang dimiliki harus dikelola secara baik agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Laut bukan hanya menjadi penghubung antarpulau, tetapi juga menjadi sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, pengelolaan ruang laut harus mampu memberi kesejahteraan bagi nelayan dan memastikan ketersediaan hasil perikanan bagi masyarakat,” tegas Bodewin.

Ia menegaskan, Pemkot Ambon terus berupaya mendukung para nelayan melalui berbagai program, mulai dari penyediaan bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan hingga dukungan bagi nelayan budidaya.

Dikatakan, nelayan yang hebat bukan hanya mereka yang memiliki peralatan melaut yang memadai, tetapi juga mampu memperoleh hasil tangkapan yang baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Menjadi nelayan hebat berarti memiliki sarana yang memadai, memperoleh hasil tangkapan yang cukup, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemerintah akan terus hadir memfasilitasi kebutuhan tersebut,” katanya.

Namun demikian, Walikota menekankan, keberhasilan nelayan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil tangkapan, tetapi juga dari keselamatan saat melaut.

Ia menyebut, keselamatan harus menjadi prioritas utama, sehingga setiap nelayan wajib memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kondisi cuaca dan iklim sebelum berlayar.

“Sebanyak apapun hasil tangkapan tidak akan berarti apabila keselamatan nelayan diabaikan. Karena itu, pengetahuan tentang cuaca menjadi hal yang sangat penting sebelum memutuskan melaut,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota mengapresiasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terus hadirkan layanan informasi cuaca maritim bagi masyarakat pesisir.

Sebab, informasi cuaca yang cepat, akurat, dan mudah dipahami akan membantu nelayan menentukan waktu yang tepat untuk melaut, menghindari potensi cuaca ekstrem, serta meningkatkan peluang memperoleh hasil tangkapan yang lebih optimal.

“Melalui informasi dari BMKG, nelayan dapat mengetahui kondisi gelombang, arah angin, hingga lokasi yang berpotensi memiliki hasil tangkapan ikan. Dengan demikian, mereka dapat melaut dengan lebih aman dan produktif,” jelasnya.

Kepada seluruh peserta SLCN, Walikota berharap, mengikuti setiap materi dengan serius serta membagikan ilmu yang diperoleh kepada komunitas nelayan di wilayah masing-masing.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari BMKG, pemerintah daerah, akademisi, instansi teknis, media hingga komunitas nelayan, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan di laut.

“Keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama. Tidak ada hasil tangkapan yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa. Karena itu, setiap keputusan untuk melaut harus didasarkan pada informasi cuaca yang valid dan terpercaya,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email