
AMBON,Nunusaku.id,- Perhelatan politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 semakin memanas. Tak saja soal saling rebutan rekomendasi partai politik oleh calon kepala daerah.
Namun gesekan di internal partai demi kepentingan politik tak luput dari dinamika yang dimainkan para elit partai, tak terkecuali partai besutan Surya Paloh, NasDem.
Setelah Sekretaris DPW NasDem Maluku Petrus Fatlolon yang harus berhadapan dengan hukum usai ditetapkan Kejari Tanimbar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, kali ini prahara lain datang.
Kursi sang pucuk pimpinan NasDem Maluku, Hamdani Laturua digoyang. Aktornya, Ketua DPD NasDem Kota Ambon yang juga anggota DPRD Kota, Morits Tamaela.
Tamaela secara terbuka menabuh “genderang perang” dengan Hamdani lewat video yang beberapa hari terakhir viral di jagad maya.
Dari video yang didapat media ini di akun Tiktok @Berita Timur, Sabtu (29/6), Tamaela tegas menyatakan mosi tidak percaya kepada Hamdani dan karena itu harus dievaluasi kepemimpinannya oleh DPP NasDem. Berikut pernyataan lengkap Morits Tamaela.
“Saya Morits Tamaela ketua DPD Nasdem Kota Ambon pada saat ini dengan penuh kerendahan hati dan kesadaran saya ingin menyampaikan harapan saya sebagai ketua DPD Nasdem Kota Ambon kepada Ketua Umum bapak Surya Paloh dan juga ketua Bappilu, bapak Prananda Surya Paloh dan juga Pak Sekjen.
Berkaitan dengan apa yang kami rasakan dan apa yang hari ini ingin kami perjuangkan bahwa berdasarkan fakta-fakta terakhir kami menyampaikan saja apa yang menjadi kegelisahan kami.
Bahwa kami menyampaikan Mosi Tidak Percaya kepada Ketua DPW Nasdem Maluku saudara Hamdani Laturua yang kami anggap hari ini harus mendapat sentuhan langsung dari DPP untuk dievaluasi.
Dan kami berharap yang bersangkutan bisa diganti karena menurut kami sudah tidak layak untuk memimpin partai. Adapun beberapa hal yang utarakan termuat dalam surat bersama yang kami tanda tangani.
Dengan begitu kami memohon sangat DPP bisa mengambil langkah secepat mungkin, agar proses politik yang akan berlangsung tanggal 27 bulan November 2024, dalam Pilkada serentak DPD Nasdem Kota Ambon bersama seluruh DPD di 11 Kabupaten Kota dapat melakukan tugas pemenangan secara baik.
Dan dalam rangka untuk mengambil langkah sesuai mekanisme organisasi. Kami mohon maaf untuk salah kata kami selaku level di tingkat bawah, kami terus mengharapkan bimbingan dan topangan dari Dewan Pimpinan Pusat”.
Sebelum adanya video viral itu, baik Hamdani maupun Morits diketahui sangat dekat. Belum diketahui pasti apa sebab Tamaela membuat video “perlawanan’ terhadap Hamdani itu.
Tamaela yang coba dikonfirmasi hanya merespons singkat. Baginya, itu urusan internal yang tidak bisa terlalu jauh publik tahu.
“No Comment. Ini urusan internal,” singkat anggota DPRD dua periode itu via pesan WhatsApp, Minggu (30/6).
Sementara Hamdani yang berupaya dihubungi via pesan WhatsApp, tidak merespon balik, walau pesan yang telah dikirim perihal meminta tanggapan terkait video viral Ketua DPD NasDem Kota Ambon itu telah dibaca dengan kode centang biru dua.
Demikian pula sambungan telepon WhatsApp, juga tidak berdering atau pertanda sedang aktif, hanya memanggil.
Salah satu mantan pengurus NasDem Maluku yang meminta namanya tidak dipublish pun menilai, dengan upaya Mosi Tidak Percaya dan desakan Tamaela untuk Hamdani dievaluasi DPP menunjukkan partai dengan jargon Restorasi itu tidak lagi solid, apalagi menjelang Pilkada serentak.
“Artinya ada sesuatu maksud dibalik itu, mungkin sifatnya internal NasDem memang iya. Tapi jelas publik juga nilai mereka tidak lagi solid, tak saja beta. Ini alarm untuk waktu masuki Pilkada nanti,” pungkas sumber itu. (NS)



