Narasi Provokatif Berseliweran, Gubernur Maluku tak Pernah "Benci Umat Islam"; Selalu Terbuka-Komunikatif
InShot_20260217_232555379

AMBON,Nunusaku.id,- Narasi-narasi bernada provokatif berseliweran beberapa hari terakhir di WhatsApp Group (WAG) “menyerang” Hendrik Lewerissa sebagai Gubernur Maluku maupun secara pribadi.

Satu diantaranya yang paling fatal dan bisa memicu ketidakharmonisan di masyarakat misalnya diposting oleh akun fake bernama “Opposite” yang memposting foto Gubernur disertai tulisan “Hendrik Lewerissa binci Islam; Organisasi Islam mati tak berdaya di Bulan Ramadhan”.

Publik pun bereaksi atas beredarnya narasi-narasi provokatif itu. Salah satunya organisasi Islam, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku.

BADKO HMI Maluku menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Fungsionaris BADKO HMI Maluku, Ali Alkatiri menegaskan, selama ini Gubernur Maluku justru dikenal sebagai sosok terbuka, komunikatif, serta selalu memberi ruang dialog bagi seluruh organisasi keagamaan tanpa terkecuali.

“Pernyataan yang menyebut Gubernur tidak memperhatikan organisasi keagamaan itu keliru dan tidak memiliki dasar kuat. Justru selama ini Pa Gubernur selalu membuka ruang, berdialog, dan menerima setiap organisasi keagamaan yang datang bersilaturahmi maupun menyampaikan aspirasi,” tegas Alkatiri, Selasa (17/2).

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa telah memberi perhatian nyata terhadap aktivitas organisasi keagamaan, baik dalam bentuk dukungan kegiatan, fasilitasi program keumatan, maupun sinergi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Sebagai organisasi mahasiswa Islam, kami sering melihat sendiri bagaimana pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan lintas iman maupun internal umat beragama,” tegasnya.

Hal itu membuktikan bahwa Gubernur memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Maluku.

Salah satu buktinya, ketika terjadi konflik atau persoalan di beberapa daerah, Gubernur selalu turun langsung dan merangkul semua elemen masyarakat termasuk umat Muslim.

“Ini sekaligus memberi penegasan kuat bahwa Gubernur Maluku tidak pernah membenci umat Islam. Jangan melihat secara skeptis lalu mudah menyimpulkan,” tukasnya.

BADKO HMI Maluku juga mengimbau seluruh pihak agar lebih bijak dalam menyampaikan kritik maupun pendapat, terlebih yang berpotensi mempengaruhi persepsi publik secara negatif.

Menurut mereka, kritik tetap penting, namun harus berdasarkan data, fakta, dan niat untuk membangun, bukan menyerang personal maupun institusi.

“Kami berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog konstruktif. Jika ada kekurangan, mari sampaikan secara elegan. Jangan membangun narasi yang justru memperkeruh suasana dan mengganggu hubungan baik antara pemerintah dan organisasi keagamaan.

Alkatiri tegaskan, BADKO HMI akan terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas, keharmonisan sosial, serta penguatan peran lembaga keagamaan sebagai mitra pembangunan di Maluku.

“Masyarakat Maluku khususnya umat Islam juga kami harapkan tidak terprovokasi dengan narasi-narasi provokatif yang ujungnya hate speech. Apalagi kita akan masuki bulan suci Ramadhan. Semua hati kita harus bersih dan kami yakini Gubernur Maluku selalu ada untuk semua, terbuka dan komunikatif,” demikian Alkatiri. (***)

Views: 21
Facebook
WhatsApp
Email