Nakhodai Karang Taruna Maluku, Alexander Waas Komitmen Kerja Nyata Bukan Seremonial
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,Nunusaku.id,- Alexander Waas resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku dalam Temu Karya Pengurus Karang Taruna Maluku yang digelar di Hotel Santika Premiere Ambon, Sabtu (21/2).

Pemilihan berlangsung demokratis dan penuh kebersamaan, disaksikan pengurus nasional hingga daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang OKK Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Bakhtiar Sebayang beserta jajaran PNKT, Ketua Caretaker PPKT Maluku Halimun Saulatu, serta pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Maluku, termasuk perwakilan desa dan kelurahan di Kota Ambon.

Usai terpilih, Waas menegaskan, kepemimpinannya akan diarahkan pada kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, Karang Taruna lahir dari masyarakat dan harus kembali bekerja di tengah masyarakat.

“Karang Taruna bukan organisasi event. Karang Taruna adalah organisasi sosial yang lahir dari masyarakat. Karena itu kami akan turun langsung ke lapangan dengan program-program yang nyata dan menyentuh kebutuhan warga,” tegasnya.

Dijelaskan, usai struktur kepengurusan rampung, Karang Taruna Maluku akan segera menggelar rapat kerja untuk merumuskan dan menjalankan program strategis, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda Maluku.

Selain itu, konsolidasi organisasi masih akan dilanjutkan, mengingat masih terdapat lima kabupaten yang belum melaksanakan pemilihan ketua Karang Taruna.

Waas juga menegaskan posisi Karang Taruna sebagai organisasi mitra pemerintah. Ia menyebut Karang Taruna secara struktural merupakan organisasi plat merah yang siap bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam menjalankan program pembangunan.

“Kami berdiri bersama pemerintah. Apa yang menjadi program pemerintah akan kami dukung dan kawal melalui kerja-kerja sosial di masyarakat,” ujarnya.

Terkait tuntutan agar Karang Taruna memiliki jejaring nasional yang kuat, Alexander mengaku telah memiliki bekal tersebut.

Jejaring itu, menurutnya, tidak hanya dengan pemerintah pusat, tetapi juga dengan pihak swasta, sehingga Karang Taruna dapat menjadi jembatan masuknya program dan investasi sosial ke Maluku.

“Jejaring ini kami bawa untuk Maluku. Karang Taruna akan menjadi penghubung antara lembaga nasional, dunia usaha, dan masyarakat di daerah,” katanya.

Dengan kepemimpinan baru ini, Waas mengaku Karang Taruna Maluku akan mampu bangkit sebagai organisasi pemuda yang aktif, solutif, dan konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.

Apalagi menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran, Karang Taruna tambahnya, akan tawarkan pendekatan berbeda dibanding organisasi kepemudaan lainnya.

Dengan fokus utamanya pembinaan dan inkubasi kewirausahaan pemuda, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga dengan membangun ekosistem usaha.

“Kami akan membantu pemerintah melahirkan wirausaha baru, mengurangi kemiskinan, dan menekan pengangguran melalui program kewirausahaan yang terintegrasi,” demikian pria yang pernah masuk bursa Bacalon Walikota Ambon itu. (NS)

Views: 14
Facebook
WhatsApp
Email