
AMBON,Nunusaku.id,- DPD II Golkar Kota Ambon telah memutuskan waktu Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih Ketua DPD II pengganti Max Siahaya rencananya akan dihelat pekan depan, 30 April 2026.
Untuk menyiapkan agenda strategis organisasi itu, telah dibentuk pula komite pengarah yang diketuai Ir. Sandry Dumalang, Sterring Committe (SC) dipimpin Saka Ririhena, ST, MT dan organizing Committe (OC) dipercayakan kepada Sutan Marsida, ST.
Ketua SC, Saka Ririhena menjelaskan, Musda direncanakan berlangsung 30 April 2026, dengan berbagai tahapan yang harus dilakukan sebelum tiba di puncak agenda organisasi itu merujuk pada petunjuk pelaksanaan (Juklak) 02 tahun 2025 dan petunjuk teknis (Juknis) oleh DPP Golkar.
Salah satunya ialah dimulai dengan pembukaan pendaftaran calon Ketua DPD II Golkar Kota Ambon selama tiga hari, yang dimulai besok, 25 April hingga Senin 27 April 2026, dengan lokasi pendaftaran di Sekretariat DPD II kawasan Karang Panjang Ambon.
“Sesuai tahapan awal, kita akan resmi mulai buka pendaftaran calon Ketua DPD II besok 25 April hingga 27 April pukul 00.00 WIT. Lokasi pendaftaran di Sekretariat DPD II,” jelas Ririhena dalam keterangan pers didampingi pengarah dan OC di sekretariat DPD II Golkar Kota Ambon, Jum’at (24/4).
Setelah penutupan pendaftaran kata Ririhena, selanjutnya selama dua hari, 28-29 April 2026 berkas akan verifikasi oleh SC. Hasilnya, akan dibawa ke rapat pleno pada 29 April 2026 malam untuk penetapan calon Ketua DPD II yang memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan.
“Karena itu kepada kader terbaik partai Golkar yang memenuhi syarat dan berkeinginan untuk memimpin partai ini di Kota Ambon kedepan, kami persilahkan untuk bisa berproses dalam pendaftaran dan mengikuti semua tahapan yang ada,” tandasnya.
Menyoal kriteria Golkar bagi calon Ketua DPD II, yang pasti akui Ririhena, ialah wajib kader, memiliki prestasi, dedikasi dan loyalitas, tidak sedang terlibat organisasi terlarang (G-30SPKI), memiliki visi misi yang jelas untuk memimpin partai selaras dengan visi misi partai Golkar.
“Sudah tentu calon pemimpin Golkar Kota Ambon mesti sehat jasmani dan rohani. Serta terpenting dan utama ialah saat mendaftar harus didukung oleh 50 persen pemilik hak suara Musda. Itu syarat mutlak,” bebernya.
Disinggung apakah calon ketua akan diminta komitmen untuk kembalikan posisi pimpinan DPRD dan dua kursi yang hilang 2024 lalu, Ririhena menegaskan, hal itu wajib dilakukan sebagai tanggungjawabnya kepada partai.
“Kita punya keinginan itu, sebab Golkar ini partai besar dan punya akar kuat di masyarakat. Tantangan kedepan tentu berat tapi dengan kepemimpinan baru nanti, optimisme Golkar kembali jaya di Pileg bisa terwujud,” kuncinya.
Di tempat yang sama, Ketua OC Musda, Sutan Marsida menambahkan, secara teknis OC selaku panitia pelaksana akan mematangkan kesiapan Musda selama sepekan ini, baik lokasi atau tempat, waktu hingga konsolidasi internal kecamatan dan desa/kelurahan.
“Kami akan pastikan Musda harus berjalan aman, lancar dan demokratis tanpa tekanan, sebagaimana filosofi Golkar “Karya Kekaryaan”. Itu menjadi tugas dan tanggungjawab kita semua baik pengurus maupun kader Golkar di Kota Ambon,” pungkas Marsida. (NS)








