Musda Golkar Ambon Disetop, Pendukung Risakotta & Kader Seruduk Kantor Golkar Maluku
IMG-20260430-WA0110

AMBON,Nunusaku.id,- Musyawarah Daerah (Musda) ke-X DPD II Golkar Kota Ambon yang telah dibuka Ketua Harian DPD I Golkar Maluku, Ridwan Rahman Marasabessy di Manise Hotel, Kamis (30/4) tetiba dihentikan.

Anehnya, penghentian itu dilakukan Ridwan sendiri ditengah sidang-sidang paripurna telah berjalan. Di depan para pengurus dan kader partai, Ridwan beralasan, perintah disetopnya Musda datang dari Ketua Umum (Ketum) Bahlil Lahadalia melalui Umar Lessy, Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy.

“Ada telpon dari Ketua DPD I bahwa Ketua Umum perintah untuk Musda (Golkar Kota Ambon-red) ditunda,” seru Ridwan.

Sontak, pernyataan itu memantik reaksi kecewa para kader dan simpatisan Golkar Ambon. Sidang pun diskors. Ruang sidang penuh riuh.

Sekitar lima (5) jam Musda alami status quo. Sejumlah kader menduga, intervensi penundaan Musda terjadi karena ada kepentingan internal yang belum terakomodir untuk posisi Ketua DPD II yang hanya ada calon tunggal, Steven Izaac Risakotta.

“Dugaannya penundaan ini karena kepentingan elit partai yang tidak inginkan pa Steven Risakotta jadi Ketua DPD II, tapi condong ke kader lain yang tidak daftar dan bahkan tidak didukung pemilik suara Musda baik kecamatan maupun organisasi sayap,” cetus kader di Manise Hotel.

Pendukung Risakotta Seruduk Kantor DPD I

Lantaran tak ada kejelasan soal kelanjutan Musda, pendukung Steven Risakotta pun memilih jalan seruduk kantor DPD I Kantor Golkar Maluku yang berada di jalan Ade Irma Suryani Nasution kawasan Karang Panjang Ambon sekira pukul 16.00 WIT.

Aksi dipimpin Ketua AMPG Kota Ambon, Hengky Hiskia. Bersama pimpinan lima kecamatan dan organisasi sayap, mereka nyatakan sikap protes terkait penundaan Musda ke Sekretaris DPD Golkar Maluku, Anos Yermias yang menerima di lantai I kantor DPD.

Mereka mendesak skors Musda DPD Golkar Kota Ambon segera dicabut. “Status skorsing belum ada kejelasan, baik dari sisi alasan maupun kepastian waktunya. Kami minta DPD I dan DPP segera ambil sikap,” tegas Hiskia.

Pimpinan kecamatan Leitimur Selatan juga menilai, penundaan tanpa penjelasan yang pasti berpotensi menimbulkan polemik di internal partai, khususnya di tingkat bawah yang memiliki hak suara dalam Musda.

Merespons aspirasi itu, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yermias, meminta seluruh kader untuk tetap tenang dan memberi ruang bagi proses koordinasi yang sedang berjalan.

DPD I saat ini menurutnya, tengah melakukan komunikasi lintas bidang guna mencari solusi terbaik sesuai mekanisme dan aturan partai.

“Beta minta bapak/ibu beri kesempatan dan waktu. Koordinasi kita bangun untuk nanti disampaikan kepada kalian semua,” ujarnya.

Menurut Yermias, setiap dinamika dalam partai harus diselesaikan dalam koridor aturan, baik itu AD/ART, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), maupun Peraturan Organisasi (PO).

Ia juga memastikan seluruh aspirasi kader akan diteruskan ke pimpinan DPD I, termasuk untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Yang penting semua tetap dalam aturan. Kita cari jalan keluar terbaik supaya hasilnya bisa diterima semua pihak,” tandasnya.

Walau tak puas dengan penjelasan Yermias yang mengambang, namun kader Golkar dan pendukung Steven Risakotta memilih bubar dengan tertib. Hingga berita ini tayang, kapan kelanjutan Musda belum ada kejelasan. (NS)

Views: 31
Facebook
WhatsApp
Email