Momen Sumpah Pemuda, ESI Maluku Himpun 131 Tim Esports, Siapkan Atlet Terbaik Menuju Popmal
Esi sumpah

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai melalui upacara dan seremoni, tetapi juga dapat diwujudkan melalui ruang kreativitas, kompetisi, dan pengembangan potensi generasi muda. Semangat inilah yang mewarnai penyelenggaraan Moluccas Esports Clash Division Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Free Fire yang berlangsung di lantai 7, Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/10).

Kegiatan yang didukung Pengurus Provinsi (Pengprov) Esports Indonesia (ESI) Maluku ini menjadi momentum untuk mendorong perkembangan olahraga elektronik sekaligus menjaring bibit-bibit atlet esports potensial dari berbagai daerah di Maluku.

Ketua Harian Pengprov ESI Maluku, Rimaniar Julindra Hetharia mengatakan, gelaran turnamen tersebut berangkat dari momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Momentum itu dinilai tepat untuk menghadirkan wadah positif bagi generasi muda dalam menyalurkan minat, mengasah keterampilan, serta mengembangkan potensi di bidang esports.

Sejak pembukaan hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 131 tim mengikuti kompetisi tersebut, terdiri atas 86 tim divisi Mobile Legends: Bang Bang dan 45 tim divisi Free Fire. Jumlah pemain dan pelatih yang terlibat mencapai 650 orang.

Tingginya jumlah peserta tersebut menjadi gambaran besarnya minat generasi muda Maluku terhadap perkembangan olahraga elektronik. Antusiasme ini sekaligus membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.

“Tujuan kegiatan ini sebenarnya untuk memperingati Sumpah Pemuda. Sebagai pengurus provinsi Esports Maluku, kami melihat antusiasme anak-anak muda terhadap Esports luar biasa, terutama Mobile Legends dan Free Fire. Karena itu, panitia menginisiasi kegiatan ini sebagai wadah bagi mereka,” ungkap Rimaniar, Rabu (28/10).

Tak Sekedar Hiburan Isi Waktu Luang

Menurutnya, esports saat ini tidak sekadar menjadi hiburan atau aktivitas mengisi waktu luang. Dengan pembinaan yang tepat, disiplin, dan kesempatan berkompetisi, esports dapat berkembang menjadi bidang olahraga yang membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Karena itu, ESI Maluku berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjaring talenta-talenta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku.

Antusiasme peserta dalam turnamen ini terlihat dari banyaknya tim yang mendaftar, termasuk mereka yang berasal dari luar Kota Ambon. Pada divisi Free Fire, pertandingan semifinal telah diselesaikan dan menghasilkan sejumlah tim yang berhak melaju ke babak final.

Berdasarkan data yang disampaikan panitia, tim yang lolos terdiri atas delapan tim dari Ambon, dua tim dari Maluku Tenggara (Malra), satu tim dari Seram Bagian Timur (SBT), serta satu tim dari Maluku Tengah (Malteng).

Khusus tim asal Maluku Tengah, mereka telah mengonfirmasi kehadiran untuk mengikuti pertandingan secara langsung atau offline. Berdasarkan keterangan panitia, sebanyak sembilan tim Free Fire dijadwalkan bertanding secara offline, dengan total 54 peserta yang akan hadir.

Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan bermain, tetapi juga kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kerja sama tim, strategi, konsistensi, dan mental bertanding. Aspek-aspek tersebut menjadi modal penting dalam pembentukan atlet esports yang siap menghadapi kompetisi lebih besar.

Legislator NasDem itu menegaskan, ESI Maluku ingin memastikan para pemain muda yang memiliki potensi tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang hanya karena keterbatasan wadah atau kurangnya dukungan.

“Saya berharap dengan adanya event-event seperti ini dapat mengasah kemampuan dan talenta adik-adik di dunia esports. Mereka tidak perlu ragu dan takut, karena kami tentu akan memberikan dukungan penuh dan berupaya memfasilitasi mereka. Kami ingin mencari atlet-atlet terbaik di bidang esports,” ujarnya.

Menurut Rimaniar, kompetisi yang diselenggarakan secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan atlet, sekaligus mendorong para pemain agar terus meningkatkan kualitas permainan dan kedisiplinan.

Dengan demikian, Esports di Maluku diharapkan tidak hanya berkembang sebagai aktivitas yang diminati generasi muda, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang terarah dan berorientasi pada prestasi.

Ajang Siapkan Atlet Muda Menuju Popmal

Lebih jauh, turnamen ini juga diarahkan untuk mendukung persiapan pembinaan atlet menuju agenda olahraga daerah, termasuk Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal), sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Melalui kompetisi tersebut, ESI Maluku berupaya memetakan kemampuan para pemain sekaligus membuka kesempatan bagi talenta-talenta baru untuk masuk dalam proses pembinaan. Pencarian atlet tidak hanya berfokus pada peserta yang telah dikenal, tetapi juga menjangkau pemain-pemain potensial dari berbagai daerah.

Rimaniar mengungkapkan, dukungan terhadap atlet esports Maluku sebelumnya telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Ia mencontohkan partisipasi tim dalam turnamen PUBG yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan Panglima TNI, ketika ESI Maluku turut memberikan dukungan penuh kepada peserta yang mewakili daerah.

Dalam kompetisi tersebut, tim yang membawa nama Kodam XVI/Pattimura berhasil meraih peringkat keempat di tingkat nasional.

“Ini menjadi kebanggaan karena mereka membawa nama Kodam XVI/Pattimura mewakili Maluku. Ini bukti nyata bahwa anak-anak Maluku memiliki potensi luar biasa,” katanya.

Capaian tersebut, lanjut Rimaniar, menjadi motivasi bagi ESI Maluku untuk terus memperluas pembinaan dan memberikan ruang kepada lebih banyak anak muda agar dapat mengembangkan kemampuan di bidang esports.

Ia juga mengajak generasi muda Maluku yang belum terlibat untuk bergabung dan mengikuti berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan pada masa mendatang. Menurutnya, kesempatan untuk menjadi atlet berprestasi harus terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan, kemampuan, dan kesungguhan untuk berlatih.

“Kami ingin mengakomodasi atlet-atlet terbaik di Maluku agar bisa membawa nama daerah ke tingkat nasional, bahkan kalau memungkinkan sampai internasional. Sebab, esports memang memiliki ruang kompetisi hingga tingkat internasional,” tuturnya.

ESI Maluku Komitmen Hadirkan Kompetisi Rutin

Ditengah perkembangan teknologi dan perubahan cara generasi muda menyalurkan kreativitas, esports menjadi salah satu ruang yang semakin diminati. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan, pembinaan, dan penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan agar dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Karena itu, Rimaniar berharap kegiatan esports di Maluku tidak berhenti pada satu penyelenggaraan saja. Pengprov ESI Maluku berupaya menghadirkan agenda kompetisi secara rutin, setidaknya setiap tahun, sehingga para pemain memiliki kesempatan berlatih, berkompetisi, dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Harapan kami, setiap tahun dapat diupayakan ada agenda seperti ini. Untuk agenda terdekat, ada Popmal sebagai bagian dari persiapan menuju PON, sehingga kami perlu mempersiapkan atlet-atlet terbaik,” jelasnya.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan, keberanian, dan perjuangan generasi muda dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk olahraga berbasis digital. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email