
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) menghadirkan Dr. Michael Wattimena, SE., SH., MM., dalam kegiatan “IKAPATTI Inspiring Leader Session” untuk berbagi kisah inspiratif sekaligus memberikan motivasi kepada para calon wisudawan Universitas Pattimura (Unpatti) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Sabtu (31/10/26), mengangkat tema tentang membangun ketangguhan, integritas, dan daya saing generasi muda Maluku.
Dalam kesempatan tersebut, Michael Wattimena yang juga menjabat Ketua Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unpatti, mengajak para calon wisudawan untuk memandang wisuda bukan sebagai garis akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan sebagai awal pembuktian diri melalui karya, tanggung jawab, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, ijazah bukanlah tujuan akhir dari proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus diterjemahkan menjadi kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan, menciptakan solusi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia menekankan, ada tiga modal utama yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan, yakni ilmu, karakter, dan pengabdian.
“Ilmu menjadi bekal untuk memahami persoalan dan menciptakan solusi. Karakter merupakan fondasi kepercayaan, etika, dan tanggung jawab, sedangkan pengabdian menjadi arah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Michael yang adalah Tenaga Ahli Menteri ESDM itu juga mengingatkan pentingnya membangun tiga kekuatan utama dalam perjalanan menuju kesuksesan, yaitu ketangguhan (resilience), integritas, dan kompetensi.
Ketangguhan berarti berani keluar dari zona nyaman, mampu bangkit dari kegagalan, serta tetap tekun menghadapi perubahan. Integritas diwujudkan melalui kejujuran dalam tindakan, konsistensi antara perkataan dan perbuatan, serta kemampuan menjaga amanah dan kepercayaan.
Sementara kompetensi menuntut setiap individu untuk terus menguasai keterampilan yang relevan, belajar, memperluas wawasan, dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Michael turut menegaskan tiga prinsip yang perlu dipegang generasi muda, yakni menjaga integritas dan etos kerja, berani keluar dari zona nyaman, serta membangun semangat belajar sepanjang hayat.
Ia mengingatkan, kejujuran dan tanggungjawab merupakan fondasi kepercayaan. Karena itu, generasi muda tidak boleh takut memulai sesuatu dari bawah, termasuk ketika harus menghadapi kegagalan.
“Jangan takut memulai dari bawah atau menghadapi kegagalan. Tingkatkan keterampilan, perluas wawasan, dan siapkan diri menghadapi perubahan,” tukasnya.
Dari Potensi Menjadi Dampak bagi Maluku
Lebih jauh, Komisaris Pertamina Internasional Shiping (PIS) iti juga mengajak para calon wisudawan untuk memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah lulusan atau gelar akademik yang diperoleh.
Ia memperkenalkan kerangka berpikir input, proses, output, outcome, hingga impact sebagai gambaran bagaimana sebuah potensi harus dikelola agar menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia harus mampu menghasilkan kompetensi serta membuka akses terhadap berbagai peluang. Lebih dari itu, hasilnya harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Maluku, kata dia, memiliki potensi besar yang perlu dikelola oleh sumber daya manusia berkualitas, terutama pada sektor kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, energi, serta kebudayaan.
Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, menciptakan peluang usaha, memperkuat industri lokal, memanfaatkan teknologi, dan membuka lapangan pekerjaan.
Michael secara khusus menyoroti sektor maritim dan energi sebagai bidang strategis yang membutuhkan sumber daya manusia kompeten, disiplin, inovatif, dan profesional.
Tiga Pesan untuk Masa Depan
Menutup materi inspirasinya, Michael menitipkan tiga pesan penting kepada para calon wisudawan untuk melangkah menuju masa depan.
Pertama, berani bermimpi besar dan tidak membatasi masa depan hanya karena kondisi hari ini. Kedua, jangan takut gagal karena kegagalan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.
Ketiga, jangan pernah melupakan akar dan asal-usul. Generasi muda harus tetap menghormati orang tua, menjaga nilai-nilai keluarga, serta mengingat tanah kelahiran di mana pun mereka berada.
Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan semata-mata tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi seberapa banyak orang yang dapat dibantu untuk bangkit bersama.
“Jangan hanya mengejar pencapaian pribadi. Jadilah bagian dari solusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pesan mantan anggota DPR-RI itu. L
Melalui kegiatan IKAPATTI Inspiring Leader Session ini, diharapkan para calon wisudawan Unpatti tidak hanya memasuki dunia baru dengan bekal ijazah dan gelar akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, kompetensi, serta semangat pengabdian untuk ikut membangun Maluku.
Sebab, masa depan Maluku membutuhkan generasi muda yang bukan hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan dan memberikan manfaat bagi banyak orang. (NS)





