
AMBON,Nunusaku.id,- Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura terus berkomitmen berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia bersama BKKBN Maluku dan PAUD Sadar Lingkungan melalui program Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak.
Kali ini, dilaksanakan kegiatan bertajuk “Kelas Parenting Tamasya Darling” dengan tujuan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pola pengasuhan psikososial yang tepat bagi anak.
“Kegiatan ini dihadiri 40 wali murid dan tenaga pendidik PAUD. Sementara secara daring, tercatat lebih dari 400 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia turut berpartisipasi aktif,” jelas Febri Nur Faizinz AFT Manager AFT Pattimura.
Kegiatan ini lanjut Febri, pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dirinya pun mengapresiasi dan terima kasih kepada BKKBN Maluku, Psikolog Novi Ernilawati, serta PAUD Sadar Lingkungan yang sudah mendukung terlaksananya kelas ini.
“Harapannya Kelas Parenting Tamasya Darling mampu membawa manfaat nyata bagi kita sebagai orang tua dan bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Febri.
Senada, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Mauliwaty Bulo mengapresiasi inisiatif Pertamina dalam mendorong kolaborasi multi-pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kelas Parenting Tamasya Darling ini sangat baik dan tepat karena mengajak orang tua hadir dan terlibat, karena kualitas interaksi orang tua dan anak memiliki dampak panjang terhadap masa depan bangsa,” jelasnya.
“Kami turut berterima kasih karena telah percaya untuk berkolaborasi bersama demi pengembangan masyarakat,” tandas Mauliwaty.
Fokus Pertumbuhan Psikososial
Kelas ini hhadirkan narasumber ahli, Novi Ernilawati, Psikolog. Novi tekankan peran orang tua dalam membimbing fase pertumbuhan anak yang tidak hanya terbatas pada gizi dan fisik, tetapi juga aspek psikososial.
“Anak-anak memiliki fase pertumbuhan psikososial yang berbeda di setiap usianya. Peran orang tua adalah memfasilitasi dan membimbing anak agar mampu mencapai target pertumbuhan di setiap fase tersebut secara optimal,” ungkapnya.
Santi Sainyakit, Kepsek PAUD Sadar Lingkungan menambahkan, edukasi di sekolah tidak akan maksimal tanpa peran aktif orang tua di rumah.
“Guru pertama bagi anak adalah orang tua sendiri. Di sekolah mereka belajar secara formal, namun dari orang tua lah mereka belajar tentang adab, sopan santun dan pembentukan kepribadian,” pungkasnya.
Program Kelas Parenting Tamasya Darling ini diharapkan dapat terus menjadi wadah edukasi berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan untuk memberi dampak positif bagi sosial-masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (NS)

