Maulid Nabi, ASN Pemkot Ambon Diajak Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat
IMG-20260930-WA0006

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Suasana penuh khidmat menyelimuti Gedung Islamic Center Waihaong, Kota Ambon, Rabu (30/09/26).

Lantunan zikir dan doa mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan Majelis Taklim Al-Madinah bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah, Membangun SDM Berkualitas, Melayani Sepenuh Hati untuk Ambon Manise yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Tema tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian kata dalam sebuah perayaan keagamaan. Dibaliknya terdapat pesan tentang pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, termasuk bagi aparatur pemerintah yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, Maulid merupakan momentum untuk kembali mengingat sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang bagaimana menjadi pribadi yang jujur, amanah, cerdas dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tandas Bodewin.

Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan setiap orang yang mendapat amanah, khususnya para pemimpin, pejabat maupun aparatur yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Penyelenggara pemerintahan harus miliki kemampuan intelektual, kompetensi dan kapasitas yang memadai. Tetapi semua itu harus diimbangi integritas, akhlak yang baik, karakter kuat dan ketulusan dalam melayani,” pesan Walikota.

Kemampuan dan kecerdasan, lanjutnya, tidak akan memiliki arah yang baik apabila tidak dibarengi dengan integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya diingat ketika peringatan Maulid berlangsung, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diwarnai dengan kepedulian sosial. Pemkot Ambon bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ambon dan Majelis Taklim Al-Madinah menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat.

Sebanyak 30 paket bantuan sembako diberikan secara simbolis oleh Walikota Ambon kepada pahlawan kebersihan dan kaum dhuafa.

Bantuan itu menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Maulid, sekaligus menggambarkan bahwa meneladani Rasulullah SAW bukan hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang kepedulian dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh di lingkungan Pemerintah Kota Ambon maupun masyarakat secara luas.

Walikota juga menekankan, pembangunan Kota Ambon dan pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri.

“Diperlukan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi dan kelompok keagamaan seperti Majelis Taklim Al-Madinah,” harapnya.

Majelis Taklim dinilai memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat persaudaraan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Walikota mengapresiasi Majelis Taklim Al-Madinah Pemkot Ambon yang telah mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif.

Ia berharap para anggota Majelis Taklim Al-Madinah dapat terus memberikan kontribusi terbaik sekaligus menjadi contoh bagi rekan-rekan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pesan utama dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Islamic Center Waihaong kembali bermuara pada satu hal, perubahan besar harus dimulai dari diri sendiri.

Pemkot Ambon berharap nilai kejujuran, amanah, integritas, kepedulian dan ketulusan yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat menjadi bagian dari budaya dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat tersebut, Ambon diharapkan terus berkembang menjadi kota yang aman, damai dan tenteram, sekaligus menjadi kota yang inklusif, memiliki toleransi tinggi dan berkelanjutan.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW pun diharapkan tidak berakhir ketika lantunan zikir dan doa selesai. Nilai-nilai yang disampaikan justru diharapkan dibawa kembali oleh setiap peserta untuk diterapkan di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat.

Sebab, membangun “Ambon Manise” bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun manusia yang memiliki akhlak, integritas dan semangat untuk melayani sepenuh hati. (NS-02)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email