
AMBON,Nunusaku.id,- Gerak cepat terus dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terkait dengan persoalan yang terjadi antara Negeri atau kampung, terkhusus di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) beberapa waktu ini.
Setelah sebelumnya Tulehu-Tial dan Sawai-Masihulan, kini persoalan yang sama melibatkan Kailolo-Kabauw Kecamatan Pulau Haruku, ikut ditengahi Gubernur sehingga tidak meluas.
Diketahui, dua orang pemuda Kailolo diduga mengalami Lakalantas beberapa hari lalu di negeri tetangga Desa Kabauw, hingga memar dan luka-luka. Satu korban dirawat di RSUP Leimena Ambon, satunya lagi rawat di rumah.
Bersama Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Abdullah Vanath dan Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir serta Kapolresta Ambon AKBP Yoga Setya, Gubernur sambangi Negeri Kailolo untuk dialog dan mediasi persoalan tersebut, Selasa (8/4).
Dialog bahkan dilakukan terbuka di pelataran kantor Negeri, disaksikan Raja Kailolo, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat tokoh pemuda serta masyarakat setempat.
Di depan masyarakat, Gubernur menegaskan, kehadirannya bersama Wagub di Kailolo sebagai bentuk komitmen untuk mencurahkan sepenuhnya perhatian kepada masyarakat di Maluku, dengan menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi sekecil apapun.
Sebab selain selaku kepala daerah dan wakil kepala daerah, tetapi menurut Lewerissa, keduanya menjadi orang tua bagi semua masyarakat di Bumi Raja-raja, tanpa memandang suku, agama ras dan golongan manapun.
“Paling penting kehadiran katong disini menunjukkan kepedulian dan perhatian untuk memastikan perdamaian dan hidup orang basudara tetap ada di Maluku. Memastikan silaturahmi antar orang basudara tetap terjaga. Katong cinta katong pung rakyat,” tegasnya.

Bahkan sebagai anak Lease yang memiliki hubungan kuat dengan Kailolo, Gubernur tegaskan, penting hadir untuk minta kepada masyarakat agar dapat mempercayakan sepenuhnya masalah yang dialami dua pemuda kepada pemerintah dan aparat keamanan.
Sebabnya pula walau Kapolresta juga ada sebagai jaminan proses hukum berjalan namun selaku Gubernur, Lewerissa akui, akan menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk berkoordinasi dan komunikasi dengan Kapolda agar kepastian proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
“Katong hidup di negara hukum. Maka tidak boleh ada cara lain selain diserahkan pelanggaran hukum kepada penegak hukum. Katong pastikan proses hukum tetap jalan. Siapapun yang bersalah, diproses. Katong hadir untuk memastikan itu sebagai wujud cinta kasih kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut dirinya berharap, dukungan dari pemerintah negeri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Kailolo sehingga semua bisa berproses sebagaimana mestinya dan kedamaian tetap terjaga di Malteng dan Maluku pada umumnya.
“Sebab sia-sia ketika saya dan pa Wagub telah merancang banyak program lima tahun kedepan untuk Maluku lebih baik, jika tanpa dukungan masyarakat dengan menciptakan harmonisasi hidup orang basudara. Pembangunan di Maluku tidak akan berjalan tanpa adanya perdamaian dan persatuan ditengah masyarakat,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Kailolo. A. Ohorella mengapresiasi gerak cepat Gubernur yang tanpa basa basi turun langsung ke Kailolo untuk menengahi persoalan yang terjadi, bahkan mau dialog terbuka disaksikan masyarakat.
“Kami apresiasi dan berterima kasih kepada pak Gubernur, pa Wagub yang mau turun kesini untuk mendengar, lihat dan merasakan keluhan kami. Sebab hal ini tidak didapat saat kepemimpinan sebelumnya,” jelasnya.
Selain itu, dirinya juga mengapresiasi komitmen Gubernur yang memastikan persoalan yang dialami warga Kailolo tetap ada dalam proses hukum. Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran Kapolres.
“Kami juga apresiasi komitmen pa Gubernur untuk proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena kami tahu, itu bukan Lakalantas seperti informasi yang beredar, tapi murni kekerasan atau penganiayaan,” tandas Ohorella.
Usai dialog, Gubernur bersama Wagub dan Bupati berkesempatan menjenguk salah satu korban yang dirawat di rumahnya, tak jauh dari kantor negeri. Orang tua korban pun sudah menunggu dengan hati terbuka.
Selain memberi semangat agar cepat sembuh, orang nomor satu di Maluku itu juga menyerahkan bantuan kepada korban melalui orang tua yang dirogoh dari kantong pribadinya.
“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian pa Gubernur bagi anak kami,” imbuh orang tua korban penuh haru. (NS)





