
MANOKWARI,Nunusaku.id,- Kontingen Provinsi Maluku menorehkan prestasi membanggakan pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV tahun 2026 yang telah tuntas dihelat di Kota Manokwari Provinsi Papua Barat, 22-28 Juni.
Berkat kerja keras, disiplin, dan dedikasi peserta, pelatih dan official serta didukung penuh Gubernur Hendrik Lewerissa bersama ketua tim penggerak PKK yang juga Ketua kontingen, Maya Baby Lewerissa, Maluku berhasil meraih 10 medali emas dan 2 medali perak, sekaligus menempatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan capaian terbaik pada ajang nasional tersebut.
Walau bukan juara umum, namunĀ keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Maluku tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam dunia musik Gerejawi di Indonesia.
Prestasi itu merupakan hasil dari pembinaan yang berkesinambungan, semangat pelayanan, serta kekompakan seluruh stakeholder yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
Dari 12 kategori yang diperlombakan, Maluku berhasil meraih medali emas atau Gold pada 10 kategori, yaitu:
1. Musik Pop Gerejawi (MPG) : Gold 1 (Juara I Nasional)
2. Solo Anak Usia 11- 15 Tahun : Gold 3
3. Solo Anak Usia 7-10 Tahun : Gold 9
4. Vocal Grup : Gold 7
5.Paduan Suara Remaja Pemuda : Gold 7
6. Paduan Suara Anak : Gold 6
7. Musik Gerejawi Nusantara : Gold 3
8. Paduan Suara Wanita : Gold 13
9. Paduan Suara Pria : Gold 3
10. Paduan Suara Dewasa Campuran : Gold 10
Sementara dua kategori lainnya berhasil memperoleh medali perak, yakni Solo Remaja Putra (Silver 7) dan Solo Remaja Putri (Silver 2).
Pencapaian yang paling membanggakan datang dari Kategori Musik Pop Gerejawi (MPG), dimana Maluku berhasil meraih Gold 1 sekaligus dinobatkan sebagai Juara I Nasional, mengungguli Papua di posisi kedua dan Jawa Tengah di posisi ketiga.
Prestasi ini semakin menegaskan kualitas musikalitas dan kekayaan pelayanan musik gerejawi yang dimiliki Maluku.
Keberhasilan kontingen Maluku bukan hanya tentang medali dan peringkat. Lebih dari itu, Pesparawi menjadi wadah untuk memuliakan Tuhan melalui pujian, mempererat persaudaraan antardaerah, serta menampilkan talenta terbaik anak-anak bangsa dalam pelayanan musik Gerejawi.
Gubernur Hendrik Lewerissa yang dihubungi terpisah mengenai hasil tersebut sangat bersyukur dan begitu bangga. Sebab ditengah persaingan ketat dengan provinsi lain yang juga sangat siap, namun kontingen Maluku mampu menunjukkan kapasitas dan kualitas bermusik sangat luar biasa.
“Sejak awal saya sudah pesankan untuk berikan yang terbaik, ditengah keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki. Sebab bukan tentang juara, tapi bagaimana puji-pujian kita bisa mendatangkan berkat dan sukacita bagi semua orang yang mendengar. Juara hanya bonus. Sebagai Gubernur saya bangga,” tandasnya via WhatsApp, Senin (29/6).
Pemerintah provinsi dan masyarakat Maluku pun patut memberi apresiasi dan terima kasih atas segala daya dan kerja keras peserta dari utusan Kabupaten/Kota, pelatih dan official serta seluruh pihak yang mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga selama proses latihan, persiapan, hingga saat lomba.
“Pesparawi boleh berakhir dan kita syukuri atas capaian yang kontingen Maluku capai. Namun pelayanan adik-adik, anak-anak serta basudara semua peserta bagi kemuliaan Tuhan harus terus berlanjut. Karena itu hal utama, talenta mesti diperlabakan terus,” demikian Lewerissa. (NS)



