Maluku-Belanda Jajaki Peluang Kerjasama Sektor Pendidikan, Infrastruktur Hingga Ekspor 
IMG-20260407-WA0067

AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertemu Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen dan sejumlah staf di ruang rapat Gubernur, Selasa (7/4/26).

Pertemuan antara keduanya berlangsung penuh kehangatan dan dalam suasana kebersamaan guna memperkuat kerjasama antara Maluku dan Belanda.

Gubernur mengaku, pertemuan ini jadi momentum membangun kerjasama di berbagai sektor strategis seperti bidang pendidikan.

“Pemerintah Belanda akan melihat peluang bekerjasama dengan beberapa Universitas di Maluku terutama Universitas Pattimura (Unpatti) dan Universitas Islam Negeri (UIN) A.M Sangadji Ambon. Mereka besok akan berjumpa langsung dengan Rektor dan para pejabat UIN A.M Sangadji,” terang Gubernur.

Selain bidang pendidikan, akuinya, infrastruktur juga menjadi sektor yang dilirik pemerintah Belanda. Kemudian peluang kerjasama sektor perdagangan khususnya ekspor ke Belanda. Terutama terkait komoditas di Maluku dan memiliki potensi besar yang bisa diekspor ke pasar disana.

“Semua potensi kerjasama ini sangat penting bagi Maluku. Utamanya dukungan pemerintah Belanda untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) Maluku lewat pendidikan dan pelatihan. Apalagi Belanda masuk dalam program LPDP dari pemerintah Indonesia yang juga memberi beasiswa kepada putera/i Maluku yang ingin mengambil program Master Degree di luar negeri. Dan itu kami apresiasi,” ungkapnya.

Pertemuan yang terjadi dengan Dubes Marc ini pula tidak lepas dari kunjungan Gubernur bersama Kementerian Luar Negeri beberapa waktu lalu di Belanda. Pembangunan infrastruktur jadi pointers utama yang dibahas.

Gubernur hadir saat itu dengan gagasan yang dipaparkan kepada para petinggi negeri Kincir Angin bahwa Maluku sedang merencanakan membangun pelabuhan Maluku terintegrasi atau Maluku Integrated Port (MIP) yang bekerjasama dengan World Bank atau Bank Dunia.

Gayung bersambut, pemerintah utamanya investor Belanda sangat tertarik dengan rencana proyek tersebut, sepanjang sudah masuk di Green Book atau Blue Book di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Saya meyakinkan mereka bahwa dari progres yang ada sampai saat ini dengan Bappenas, kami sangat yakin proyek MIP tersebut akan mendapat dukungan pemerintah pusat dan berbagai lembaga yang ada,” tandas Lewerissa.

Lebih lanjut Gubernur mengapresiasi dukungan pemerintah Belanda yang telah diberikan kepada pemerintah Indonesia dan khususnya untuk pemerintah dan masyarakat Maluku.

“Hal ini tidak lepas dari catatan historis bahwa hubungan antara Belanda dan Maluku sangat panjang relasinya. Bahkan ada banyak orang Maluku tinggal dan sudah jadi bagian di Belanda, dan memberikan dampak signifikan terhadap seni, budaya, olahraga dan sebagainya di negeri kincir angin,” demikian Gubernur.

Sementara, Dubes Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyebut, ini adalah kedatangan pertamanya ke Maluku, berjumpa Gubernur. Marc pun sangat senang berada di Negeri Raja-raja.

“Kita memiliki hubungan sangat panjang beratus-ratus tahun, dan ada komunitas yang sangat kuat dari Maluku di Netherlands. Terima kasih kepada orang-orang yang berhubungan, ada banyak potensi untuk melakukan lebih banyak bersama dengan Maluku. Apakah itu dalam pendidikan, atau olahraga, atau budaya, dan ini benar-benar dalam penjajakan,” akunya.

Sekembalinya ke Kedubes Belanda di Jakarta, Marc mengaku akan berbicara dengan pemerintah Belanda untuk melihat kerjasama yang bisa dikembangkan. “Maluku punya rempah-rempah berkualitas tinggi, itu sangat potensial. Demikian pula di bidang mineral,” kunci Dubes.

Ikut menemani Gubernur saat bertemu Dubes Marc diantaranya Asisten Administrasi Umum Setda Maluku Boy Kaya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Sarlota Singerin, Kepala Dinas Pariwisata Melky Lohy dan Kepala Dinas Perindag, Jais Ely. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email