
AMBON,Nunusaku.id,- Perairan Maluku Tenggara (Malra) lagi-lagi hampir menelan korban jiwa. Beruntung “dewi fortuna” masih berpihak.
Kejadian itu dialami longboat berpenumpang tujuh (7) orang yang bertolak dari Kota Tual ke Pulau Kur, namun mati mesin dan terombang-ambing di laut, Sabtu (21/2) malam.
Tim Basarnas dan unsur SAR gabungan yang diberitahukan perihal kejadian itu bergerak cepat dan berhasil menemukan longboat serta mengevakuasi para korban.
Kesuksesan operasi itu tidak lepas dari Pos SAR Tual yang mendapat laporan sekitar pukul 00.50 malam dari Aipda Hairul, anggota Polairud Tual.
Merespon laporan itu, tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan RIB Pos SAR Tual menuju lokasi kejadian pada koordinat 5°25’12.46″S – 132°8’11.41″E, jarak -+ 38 Nautical Mile dan Heading 282° arah Barat dari Pos SAR Tual.
Dengan Visibility terbatas, tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian korban hingga menjelang pagi sekitar pukul 06.00 longboat pun ditemukan dalam kondisi selamat dengan jarak -+ 7 Nautical Mile dari lokasi kejadian awal.
“Seluruh korban kemudian dievakuasi tim SAR gabungan menuju Pulau Tayandu,” tandas Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, Minggu (22/2).
Diketahui, awalnya longboat bertolak dari Kota Tual ke Pulau Kur, Sabtu (21/2) sore. Namun setiba di Perairan antara Pulau Tayandu dan Pulau Kur, longboat mati mesin dan terombang-ambing.
Ke-7 penumpang longboat yaitu Eko Gunawan (39), Jecklin Retob (23), Gui Retop (51), M Rifki Sermaf (17), Rian Ardiyansya Retob (24), Andre Sermaf (25) dan Rustam Madamar (45). (NS)




