
AMBON,Nunusaku.id,- Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting I Galala Hative Kecil (Gatik) menghadirkan gebrakan segar lewat Lomba Goyang Kreasi “Tabolabale”.
Ajang yang memikat puluhan anak muda untuk menampilkan tarian penuh energi, gaya kekinian, dan sentuhan budaya lokal.
Lomba ini menjadi bukti nyata bahwa Ambon City of Music bukan hanya julukan, tetapi identitas yang terus hidup.
Dibalik dentuman lagu Tabolabale yang sedang viral, para peserta mengekspresikan ide-ide kreatif melalui gerakan tari yang memadukan unsur tradisional dan modern, sekaligus menyatukan masyarakat lintas generasi.
Berlangsung di Stadion Bola Galala, Sabtu (27/9), kegiatan ini resmi dibuka Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota, Richard Luhukay.
Hadir pula Kepala Desa Galala, Raja Negeri Hative Kecil, Ketua Majelis Jemaat GPM Gatik, serta puluhan penonton yang ikut meramaikan suasana.
Sebanyak 20 kelompok peserta dari berbagai daerah di Kota Ambon menampilkan koreografi terbaik dengan ciri khas masing-masing.
Sorak-sorai penonton yang memenuhi arena menambah semangat para penampil untuk memberikan pertunjukan terbaik mereka.
Walikota Bodewin mengajak masyarakat untuk mensyukuri kesempatan merayakan kreativitas anak muda Ambon.
Menurutnya, lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi dan sarana membangun karakter generasi muda.
“Lomba Goyang Kreasi Tabolabale adalah wadah bagi anak muda untuk percaya diri, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif. Pembangunan kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tumbuh lewat kreativitas dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Ditegaskan, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menjaga dan mengembangkan potensi seni-budaya agar terus dicintai generasi muda.
“Inilah wajah pembangunan kota modern yang humanis dan berakar pada budaya,” tegasnya.
Ketua Ranting AMGPM Gatik, Alberth Joris, dalam laporannya menyebutkan bahwa ide lomba ini lahir dari fenomena viralnya lagu Tabolabale.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berekspresi dan memperkenalkan dance kreatif melalui karya yang sedang populer,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon, sponsor, jemaat, dan semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara penuh semangat ini.
Hentakan musik yang menggoda kaki untuk ikut bergoyang, tepuk tangan penonton, dan kreasi tarian yang memikat menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda Ambon terus hidup dan berkembang.
Lomba Goyang Tabolabale diharapkan menjadi inspirasi lahirnya karya-karya seni lokal yang mampu menembus panggung nasional bahkan internasional.
Dengan denyut musik yang tak pernah padam, Ambon kembali menegaskan dirinya sebagai Kota Musik tempat di mana budaya, kreativitas, dan inovasi bergerak seirama. (NS)





