Lobi Gubernur HL, Kemenkes RI Hibahkan 7 Cath Lab ke Maluku
gub cath lab

JAKARTA,Nunusaku.id,- Pembenahan sektor kesehatan lima tahun kedepan benar-benar menjadi perhatian serius Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Melobi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk ikut membantu Maluku menjadi jalan yang ditempuh, ditengah efisiensi anggaran dan kondisi keuangan daerah yang tidak stabil.

Hasilnya, Maluku akan mendapat hibah sebanyak tujuh (7) Cath Lab atau Catheterization Laboratory dari Kemenkes RI. Kepastian hibah itu diketahui saat Gubernur didampingi Plt Direktur RSUD dr Haulussy, dr Vitha Nikijuluw dan Kabid Pelayanan RSUD Haulussy, dr Enselin Nikijuluw bertemu pihak Kemenkes di Jakarta, Rabu (26/3).

Sebagai tindak lanjutnya, Gubernur akan gerak cepat membangun fasilitas pendukungnya. Lokasinya akan dibangun tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Agar kedepan tidak ada lagi masyarakat Maluku yang berobat ke luar daerah seperti rujukkan ke Makassar karena biaya tinggi.

Langkah awal, dilakukan rapat koordinasi bersama Direktur Utama RSJPD Rumah Sakit Harapan Kita, sebagai mentor pengampuan pelayanan penyakit kardiovaskular dan pihak Kemenkes.

Gubernur menyebut, rapat itu membahas tentang pengadaan fasilitas bedah jantung, bedah syaraf dan bedah-bedah lainnya, sebab selama ini fasilitas tersebut belum ada di Maluku, kecuali di RSUP Dr.Leimena.

“Saat ini di Maluku ada 28 ribu orang terdiagnosa menderita penyakit jantung. Dari jumlah ini ada sekitar 8.000 orang termasuk kategori kritis. Kasihan. Penyakit jantung adalah penyakit yang paling banyak merenggut nyawa. Penyebab kematian tertinggi itu sakit jantung. Saya tidak mau masyarakat Maluku berobat lagi diluar daerah seperti dirujuk ke Makassar. Sudah jauh, makan biaya, kasihan. Kita siapkan fasilitasnya, sumber daya manusia dan kesejahteraan,” tutur Gubernur di Kantor Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Kamis (27/3).

Untuk membantu melayani masyarakat, selain di RSUD dr Haulussy Ambon, sebut Gubernur, Cath Lab akan dibangun juga pada RSUD pada beberapa kabupaten/kota di Maluku.

“Koordinasi sudah jalan, seperti RSUD Masohi-Maluku Tengah, SBT, SBB, Buru, Buru Selatan, MBD dan Kota Tual,” beber Lewerissa.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Haulussy Ambon, dr Vita Nikijuluw katakan, lokasi Cath Lab nantinya tidak jauh dari IGD. “Lokasinya tidak boleh jauh dari IGD. Dan tidak sampai 10 menit karena ketentuan Kemenkes dalam melayani pasien kardiovaskular tidak boleh melebihi 15 menit jaraknya,” sebut Nikijuluw.

Pihaknya pun akui mantan Kepala RSUD Saparua itu, sudah komunikasikan dengan konsultan yang akan lakukan survei untuk pembangunan Cath Lab.

“Paling lambat 2027 sudah selesai pembangunan. Namun target dan keinginan pak Gubernur, lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Sembari menunggu proses itu berjalan dan sebagai langkah kesiapan, Nikijuluw akui, akan fokus untuk melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkhusus para tenaga medis, dokter spesialis dan perawat.

“Usai Lebaran kami akan buat pelatihan yang diperuntukan bagi dokter dan perawat. Karena menangani pelayanan pasien kardiovaskular harus perawat khusus. Jadi awal bulan April diadakan pelatihan. Dan yang menjadi perwakilan dari kabupaten/kota penerima Cath Lab,” pungkasnya. (NS)

Views: 699
Facebook
WhatsApp
Email