Lobi Gubernur HL Berhasil, Presiden Prabowo Teken Pelabuhan Maluku Terintegrasi Masuk PSN
InShot_20250307_145510607

AMBON,Nunusaku.id,- Upaya lobi yang dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) awal Januari 2025 lalu akhirnya membuahkan hasil.

Rencana pembangunan pelabuhan Maluku terintegrasi atau Maluku Port Integrated di Desa Waisarisa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pun masuk dalam daftar indikasi proyek strategis nasional (PSN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu ditandai dengan ditekennya Pelabuhan Maluku Terintegrasi bersama 76 PSN yang masuk ke dalam bagian dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Terdiri dari 29 PSN baru dan 48 PSN lanjutan.

Dalam dokumen RPJMN yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 12 tahun 2025, daftar PSN ini merupakan daftar indikatif yang dapat diubah atau ditambah sesuai evaluasi dan penilaian yang mengacu pada kesiapan proyek, ketersediaan pendanaan, serta berdasarkan persetujuan Presiden.

Berdasarkan daftar indikasi PSN 2025-2029 dalam dokumen RPJMN Perpres 12/2025, terdapat tiga PSN di Maluku. Yaitu

pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu di Maluku oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perhubungan.

Selain itu, penyelesaian pembangunan Bendungan Wae Apu di Kabupaten Buru dengan pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum dan pengembangan lapangan Abadi Wilayah Kerja (Blok) Masela dengan pelaksana pihak swasta juga masuk daftar PSN.

Sebelumnya, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath yang kala itu belum dilantik, Gubernur bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono di Jakarta guna mengusulkan pembangunan pelabuhan Maluku terintegrasi.

Pelabuhan yang dalam perencanaan akan menggunakan anggaran multi years atau bertahap dari APBN dengan melibatkan pihak swasta itu tidak hanya dirancang untuk menjadi tempat singgah kapal untuk bongkar muat barang.

Tetapi juga untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi, perikanan, kegiatan industri, distribusi, perdagangan dan pengelolaan logistik secara terintegrasi dalam satu lokasi.

Lokasi pembangunan Pelabuhan Maluku Terintegrasi dipilih di Waisarisa lantaran merupakan bekas pabrik plywood PT Djayanti Group, yang areal lahan sudah siap pakai karena didukung infrastruktur dasar yang tersedia. (NS)

 

Views: 180
Facebook
WhatsApp
Email