
AMBON,Nunusaku.id,- Tercatat sebanyak lima (5) Kabupaten/Kota di Jazirah Tenggara Raya memilih absen alias tidak ambil bagian di event pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku tahun 2025.
Mereka antara lain Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD) dan Kota Tual.
Walau kelimanya berhalangan, namun event Islami tersebut tetap dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath mewakili Gubernur di gedung Islamic Center, Ambon, Rabu (8/10).
Wagub tak sendiri. Ia didampingi Ketua DPW LASQI Nusantara Jaya Maluku, Rohani Vanath, Anggota DPD-RI Novita Anakotta, Anggota DPR-RI Saadiah Uluputty, pimpinan DPRD Maluku, para Bupati/Walikota, dan Kakanwil Kemenag Maluku.
Tercatat sebanyak 363 peserta dari enam Kabupaten/Kota ikut ambil bagian, yakni Kabupaten Buru (34 peserta), Buru Selatan (12 peserta), Seram Bagian Barat (60 peserta), Seram Bagian Timur (113 peserta), Maluku Tengah (54 peserta), dan Kota Ambon (89 peserta).
Mereka akan bersaing dalam 17 kategori lomba, termasuk satu lomba eksibisi fashion show.
Wagub menilai, kegiatan ini sebagai langkah maju LASQI Maluku dibawah kepemimpinan baru. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dan sistematis, bukan kerja individu.
“Pemerintah sudah siapkan dukungan anggaran dari APBD. Sebab itu, kegiatan ini harus memberi dampak positif, bukan sekadar lomba mencari juara. Kita ingin membangun kebersamaan dan rasa saling percaya ditengah keberagaman Maluku,” tegas Vanath.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga toleransi dan semangat perdamaian. Bahkan dalam pembukaan, paduan suara dari kalangan non-muslim turut ambil bagian sebagai simbol harmoni sosial.
“Maluku punya sejarah kelam karena perpecahan. Sekarang saatnya kita membangun masa depan dengan saling menghormati. LASQI harus jadi wadah pembinaan generasi muda agar mereka menjadi juru damai di mana pun berada,” ujarnya.
Ketua DPW LASQI Maluku, Rohani Vanath, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan, pelaksanaan festival akan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Tidak ada ruang untuk intervensi atau cawe-cawe. Kami pastikan hasil lomba murni dari penilaian juri profesional. Bila ada juri yang menyimpang, kami tidak akan segan menindak,” tegas Rohani.
Ditambahkan, LASQI membuka ruang pembinaan bagi remaja sejak usia sekolah, guna mengembangkan minat seni religius sekaligus mencegah pengaruh negatif seperti kekerasan dan penyimpangan sosial.
Sementara, Ketua Panitia, Ayu Hasanusi, menuturkan, tujuan utama festival ini bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga melestarikan seni qasidah sebagai media dakwah dan perekat persatuan.
“Kami ingin festival ini menjadi wadah pembinaan dan seleksi bagi peserta terbaik yang akan mewakili Maluku ke tingkat nasional di Kendari,” ujarnya.
Festival Qasidah Maluku 2025 diharapkan melahirkan talenta-talenta muda berbakat, yang tidak hanya berprestasi di bidang seni Islami, tetapi juga menjadi duta perdamaian dan kebersamaan di tanah Maluku.
Rencananya, event yang diinisiasi DPW LASQI Nusantara Jaya Maluku dengan mengusung tema “Festival Seni Islam Sebagai Wadah Ekspresi dan Prestasi.” ini akan berlangsung hingga 10 Oktober 2025. (NS)





