
AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Tanam Gadihu (GERTAG) di halaman belakang Balai Kota Ambon dan sepanjang jalan Ay Patti, Jumat (24/7).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan diikuti para pejabat struktural, pejabat fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Ambon.
Walikota mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari rangkaian menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon sekaligus implementasi GERTAG yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu sebagai dukungan terhadap program penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, tanaman gadihu dipilih karena memiliki nilai historis dan budaya yang kuat bagi masyarakat Ambon. Sejak dahulu, gadihu digunakan sebagai tanaman pagar rumah, penanda batas tanah, hingga memiliki makna simbolis dalam berbagai tradisi masyarakat.
“Gadihu bukan sekadar tanaman hias. Tanaman ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ambon sejak dulu. Karena itu, mari kita maknai penanaman ini sebagai upaya bersama untuk menghijaukan dan mempercantik Kota Ambon,” ujar Wattimena.
Ia menjelaskan, gadihu merupakan tanaman yang sangat cocok dengan kondisi iklim Kota Ambon sehingga lebih mudah tumbuh dan dirawat dibandingkan tanaman hias dari luar daerah yang sering kali tidak mampu bertahan lama.
“Kalau kita membeli tanaman dari luar daerah belum tentu cocok dengan kondisi tanah dan cuaca di Ambon. Tetapi gadihu adalah tanaman lokal yang sudah terbukti mampu tumbuh dengan baik dan membuat kota terlihat lebih indah dengan warna-warni daunnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Walikota juga mengingatkan seluruh ASN agar menjalankan komitmen yang telah disampaikan sebelumnya untuk membudidayakan bibit gadihu. Menurutnya, membangun kota yang hijau merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat.
Usai apel, seluruh peserta diarahkan tanam gadihu di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Walikota meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan beserta jajaran terkait memastikan tanaman yang telah ditanam dapat dipelihara dengan baik.
Ia menekankan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan tanaman tersebut untuk terus hidup dan berkembang.
“Jangan hanya menanam lalu ditinggalkan. Pastikan tanaman ini dijaga, dirawat, disiram, dan dipelihara agar benar-benar tumbuh. Jangan sampai baru ditanam beberapa hari kemudian mati. Tujuan kita adalah menjadikan Ambon semakin hijau dan asri,” tegasnya.
Selain itu, Walikota meminta adanya pengawasan terhadap taman-taman kota agar terhindar dari tindakan perusakan maupun pencurian tanaman. Ia juga mendorong agar pengelolaan taman dilakukan secara lebih fokus sehingga pemeliharaan ruang terbuka hijau dapat berjalan maksimal.
“Melalui langkah-langkah kecil seperti menanam dan merawat gadihu, saya yakin suatu saat akan memberi dampak besar bagi wajah Kota Ambon. Mari kita tunjukkan rasa cinta kita kepada kota ini dengan menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungannya,” pungkas Bodewin. (NS-02)




