Legislator PPP Sarankan Kendaraan Dinas yang Ditarik Segera Dilelang Pemda
ketua-komisi-iv-rovik-afifudin

AMBON,Nunusaku.id,- Upaya penertiban aset kendaraan dinas pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dengan menarik dari pejabat dan eks pejabat yang masih menguasai ikut diatensi DPRD.

Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rofik Akbar Afifudin menegaskan, penarikan kendaraan dinas yang sudah lama berada di tangan ASN, justru tidak efektif dan membebani daerah.

Karena itu opsi terbaik bukan menarik begitu saja, melainkan menjualnya melalui mekanisme yang sah atau lelang demi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Itu mobil dinas, motor dinas, semuanya ada di tangan ASN. Kita mau tarik buat apa? Taruh di mana nanti? Parkirannya di mana? Kalau ditarik, pemeliharaannya banyak. Bahan bakar juga kita yang bayar. Kalau saya, mobil-mobil itu dijual saja. Biar masuk APBD, jadi PAD,” tegasnya di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (19/11).

Ia mencontohkan, jika 40 kendaraan yang masih layak dijual dilelang secara terbuka, potensi pendapatan bisa mencapai Miliaran rupiah.

“Kalau dijual, 3 sampai 5 Miliar itu dapat. Bisa bangun jalan, bisa untuk hal lain daripada mobil-mobil itu jadi bangkai di situ,” ujarnya.

Bahkan, ia membuka ruang agar ASN yang sudah puluhan tahun memakai mobil dinas dapat diberikan kesempatan membeli unit tersebut.

“Kalau ada ASN atau anggota dewan yang sudah lama pakai, ya jual saja, kasih penghargaan. Kenapa harus ditarik-tarik? Malu orang.” tukas wakil rakyat asal PPP itu.

Menurutnya, mekanisme lelang yang terbuka akan lebih transparan sekaligus mengurangi beban pemeliharaan ratusan kendaraan yang selama ini membengkak setiap tahun.

“Ratusan mobil itu beban. Pemeliharaannya saja ratusan juta setahun. Belum bensinnya. Jadi dijual saja, daripada kita tarik tapi tidak dipakai,” tambahnya.

Karena itu, eks anggota DPRD Kota Ambon itu menegaskan kembali bahwa solusi terbaik adalah efisiensi dan keberanian mengambil keputusan untuk menjual/lelang demi menambah PAD.

“Kita harus realistis. Kalau aset itu tidak efektif lagi, ya lepaskan. Jangan biarkan APBD habis hanya untuk memelihara kendaraan tua. Yang penting transparan, dilelang, dan hasilnya kembali untuk kepentingan rakyat,” kunci Afifuddin.

Diketahui, dari data terakhir penarikan tahap I, 22 unit telah ditarik, dan masih tersisa 12 unit dari total 34 unit mobil.  Sementara untuk motor dinas, dari jumlah 81 unit, 47 unit diantaranya telah ditarik.

Tahap II sementara berjalan hingga 21 November mendatang untuk menarik kendaraan dinas yang sisa. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email