
AMBON,Nunusaku.id,- Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden-Wakil Presiden RI dan anggota Legislatif tahun 2024 yang akan dilaksanakan serentak tinggal menghitung hari.
Dua tokoh agama Islam dan Kristen Protestan di Maluku, Ustadz Abdullah Latuapo dan Pendeta Jhon Ruhulessin kompak mengajak masyarakat agar menyambut pesta demokrasi dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan.
“Masyarakat Maluku kuat sampai hari ini karena menjunjung tinggi kearifan lokal yaitu pela gandong. Semangat menjaga kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan itu harus terus dipupuk termasuk saat menghadapi Pemilu,” tandas Latuapo di Ambon, Jum’at (9/2).
Seluruh elemen masyarakat juga diingatkan untuk selalu bekerja sama dengan pemerintah, maupun TNI dan Polri dalam menciptakan keamanan, ketertiban maupun kedamaian, tak saja disaat Pemilu namun seterusnya.
“Dengan adanya keamanan maka agenda-agenda nasional dapat kita lakukan dengan damai dan sukses dalam memilih pemimpin kita yang akan datang,” ujar Ketua MUI Maluku itu.
Latuapo juga menghimbau masyarakat untuk saling menghargai, dan menghormati. Berbeda pilihan hal biasa. Terpenting agar komitmen bersama untuk persatuan dan kesatuan, keutuhan bangsa tetap terjaga.
“Mari kita saling bekerja sama selaku orang bersaudara, saling menyayangi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal sebagai peretak kebersamaan, persatuan dan kesatuan di antara kita. Dengan inilah kita bisa bersatu membangun bangsa dan negara tercinta,” harapnya.
Dosen IAIN Ambon ini juga mengingatkan seluruh masyarakat yang mempunyai hak suara, agar dapat memberikan suaranya pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Sebagai warga negara yang baik warga negara yang bertanggung jawab yang punya komitmen kebangsaan, mari kita sama-sama memberikan suara kita kepada siapa yang kita inginkan,” pintanya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku ini.
Senada, mantan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pendeta Chr. Jhon Ruhulessin, mengajak masyarakat untuk mengutamakan semangat persaudaraan.
Dia juga berharap proses-proses Pemilu berjalan aman. Masyarakat juga diminta dapat menggunakan hak pilih dengan baik, yaitu mendatangi TPS pada waktunya.
“Mari kita wujudkan Pemilu damai dengan datang berbondong-bondong ke tempat pemilihan umum, memberi suara kita sebagai wujud partisipasi dan tanggungjawab kita sebagai warga negara,” harapnya.
Dikatakan, Pemilu hanya akan berjalan sesaat. Sementara persaudaraan, persatuan dan kesatuan masyarakat akan berlangsung seterusnya.
“Mari kita menjaga agar seluruh proses pesta demokrasi ini berlangsung dalam semangat persaudaraan di provinsi Maluku,” ajak akademisi UKIM itu.
Ia juga mengimbau semua masyarakat agar proses Pemilu yang akan dihelat betul-betul mencerminkan komitmen kebangsaan dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang baik.
“Karena itu kita berharap seluruh dukungan masyarakat, TNI dan Polri untuk melaksanakan Pemilu damai agar betul-betul memperlihatkan kualitas demokrasi kita di Indonesia secara baik,” pintanya. (NS)

