
AMBON,Nunusaku.id,- Setelah sukses menggelar dialog publik tentang perdamaian dan toleransi, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) Jemaat GPM Silo Klasis Kota Ambon kembali menggagas kegiatan strategis lain.
Dibawah komando anggota Jemaat senior Yancy Latupeirissa, PHRG Jemaat Silo menggandeng PT Pegadaian Cabang Ambon untuk melakukan pelatihan kepada warga jemaat khususnya ibu-ibu pelaku UMKM untuk menjadi agen perubahan.
Pelatihan yang berlangsung sehari di gedung serbaguna Jemaat GPM Silo, Kamis (21/8), menghadirkan seorang traineer pengalaman dan sukses di bidangnya, Imanuel Manuputty, SE.
Manuputty kesehariannya adalah Kepala Departemen Gadai PT Pegadaian Area Ambon. Sebelumnya, dia pernah memimpin cabang PT Pegadaian Tual, Nusaniwe dan bahkan Cabang Ambon.

Baginya, menjadi agen perubahan apalagi di sektor investasi emas tidaklah sulit. Hanya perlu niat dan usaha. Itu sudah menjadi modal penting. Sehingga perlunya apresiasi bagi Jemaat Silo khususnya PHRG yang mampu menyediakan ruang tukar informasi.
“Pegadaian sangat terbuka untuk membantu bapak/ibu basudara. Bahkan berbagai kemudahan pun disediakan untuk memastikan kenyamanan investasi,” jelasnya.
Dijelaskan, berbagai solusi pendanaan dan investasi yang disediakan bagi nasabah yaitu modal usaha; berupa gadai emas, non emas, sertifikat dan efek. Serta pembiayaan berupa pinjaman usaha (gadai BPKB), pinjaman serbaguna, ibadah haji hingga cicil kendaraan.
“Juga bisa investasi berupa tabungan emas, cicil emas, arisan emas. Maupun jasa titipan emas, safe deposit box, pengiriman uang hingga muti payment online,” urainya.
Lebih lanjut tambahnya, Manuel ingatkan warga jemaat Silo agar waspadai investasi bodong. Banyak orang telah tertipu hanya bermodal KTP. Ini mesti dihindari, karena ada 442 investasi ilegal atau tak berizin di Indonesia.
“Jangan terkecoh dengan investasi bodong. Harus juga selektif melihat dan paham tentang emas sebagai investasi untuk masa depan. Apalagi emas tahan inflasi. Inflasi akan mendorong harga emas menjadi lebih tinggi,” pintanya.
Ketua PHBG Jemaat Silo, Yancy Latupeirissa katakan, kegiatan pelatihan yang dilakukan dalam rangka HUT ke-90 GPM ini sebagai upaya PHRG untuk meringankan beban anggota Jemaat khususnya pelaku UMKM.
“Ini juga menunjang salah satu program di sub seksi pemberdayaan ekonomi umat. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan menggairahkan anggota Jemaat untuk jadi agen perubahan di sektor masing-masing dengan cerdas memilih investasi yang tepat dan cerdas mengelola keuangan mereka,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat antusias para peserta. Hal itu dibuktikan dari banyak pertanyaan seputar keingintahuan mereka tentang Pegadaian, investasi emas, gadai hingga kredit usaha rakyat (KUR). (NS)






