
AMBON,Nunusaku.id,- Pemilihan umum (Pemilu) 2024 baik legislatif maupun Presiden telah usai. Demikian juga pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.
Khusus di Kota Ambon, PDI Perjuangan berhasil mempertahankan empat (4) kursi di Parlemen Belakang Soya. Pimpinan DPRD kembali digenggam.
Sedangkan pada Pilkada yang baru usai, partai berlambang banteng moncong putih itu tak mengusung kader sendiri. Mereka lebih memilih duet birokrat dan politisi Golkar yaitu Bodewin Wattimena-Ely Toisuta untuk diusung.
Hasilnya ialah menang. Sementara calon usungan partai di tingkat provinsi, Jeffry Apoly Rahawarin-Abdul Mukti Keliobas kalah telak di ibukota provinsi dari Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath.
Walau begitu, tak menjamin kursi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Gerald Mailoa aman dari goncangan. Hal itu terbukti, Jum’at (20/12).
Manakala sejumlah kader banteng moncong putih dari PAC, ranting, anak ranting, dan simpatisan melakukan aksi protes di Kantor DPC PDIP Kota Ambon, kawasan Mangga Dua.
Mereka mendesak DPP mengganti Mailoa dari posisinya tersebut. Lantaran Wakil ketua DPRD Kota Ambon itu dinilai gagal menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pimpinan partai.
Ketua PAC Sirimau, Berty Nendisa, yang memimpin aksi tersebut, menyampaikan bahwa kinerja Gerald selama satu periode kepemimpinannya menunjukkan ketidakmampuan untuk memimpin partai.
Hal ini semakin terlihat dalam Pilkada Kota Ambon baru-baru ini, dimana Gerald dianggap tidak berkontribusi secara maksimal, termasuk minimnya kehadiran dalam kampanye diberbagai titik.
“Kami melihat selama satu periode ini, dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Dalam 107 titik kampanye Pilkada kemarin juga, dia hanya hadir saat deklarasi. Setelah itu, dia tidak pernah muncul. Ini membuat kami kecewa dan mempertanyakan kepeduliannya terhadap partai,” tegas Berty.
Lebih lanjut, Berty menegaskan, PDIP adalah partai besar dengan kapasitas dan pengaruh yang signifikan di Kota Ambon.
Namun, kinerja Gerald dinilai tidak mencerminkan hal itu. Karena itu ia meminta DPC maupun DPD dan DPP segera mengambil tindakan tegas.
“Kami meminta dia diturunkan sekarang juga. Kalau ini tidak disikapi dengan bijak, kami akan membawa lebih banyak lagi untuk melakukan aksi ini,” ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kota Ambon, Domy Pattileuw menyatakan, aspirasi yang disampaikan kader merupakan hak politik dan organisasi mereka.
Namun, ia menegaskan bahwa DPC tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pergantian ketua.
“Aspirasi ini terkait kinerja Ketua DPC, terutama dalam Pilkada kemarin. Prinsipnya, DPC akan tindaklanjuti ini dengan meminta ketua dan sekretaris menggelar rapat DPC. Hasilnya akan disampaikan ke DPP melalui DPD,” jelasnya.
Domy memastikan aspirasi kader tersebut akan diproses sesuai mekanisme partai dan disampaikan kepada pihak yang berwenang di tingkat pusat.
Usai aksi di DPC, para kader partai itu juga melakukan hal yang sama di sekretariat DPD PDI Perjuangan Maluku, kawasan Karang Panjang. (NS)


