Kunjungi UNDIP, Gubernur HL Berniat Kirim Putra/i Maluku Belajar Teknologi Pengelolaan Air Bersih
HL undip

AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) mengunjungi Universitas Diponegoro (UNDIP) badan pengelola kampus Jepara-Jawa Tengah, Selasa (10/6) malam. Lewerissa tak sendiri ke kampus yang identik dengan warna biru itu, dia didampingi mantan Gubernur, Said Assagaff.

Kunjungan orang nomor satu di Maluku itu ke UNDIP dalam rangka melihat dari dekat proyek instalasi salinasi, proses untuk mengolah air laut atau air payauw menjadi air tawar yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Prof Nyoman dan pak Harianto dari UNDIP yang memfasilitasi saya dan pa Bib untuk bisa hadir dan menyaksikan langsung bagaimana prosesing air laut diolah menjadi air tawar yang layak dikonsumsi masyarakat,” sebut Lewerissa kepada media ini via WhatsApp, Rabu (11/6).

Menurut Gubernur, fasilitas instalasi tersebut penting untuk ditinjau. Karena disadari betul Provinsi Maluku adalah daerah kepulauan yang tidak semua pulau itu akses ke air bersih cukup untuk kebutuhan masyarakat.

“Ada wilayah-wilayah yang memang memperoleh air bersih untuk dikonsumsi masyarakat adalah sesuatu yang tidak mudah. Pemerintah tentu harus melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk memberikan jalan keluar kepada mereka,” akunya.

Teknologi pengelolaan air bersih yang ada ini sesungguhnya bagi Gubernur, tidak terlalu mahal dari segi pembiayaan. Sebab untuk listriknya, berasal dari tenaga Surya energi baru terbarukan.

Demikian pula investasinya tidak seperti yang dikhawatirkan, karena tidak terlalu mahal atau sangat terjangkau sebenarnya untuk dibiayai oleh pemerintah daerah Maluku.

“Maka kehadiran kami selain melihat proyek instalasi salinasi, tetapi juga penting bagi kami untuk membangun dialog dengan pengelolanya agar bisa membuka kesempatan kepada putra/i Maluku untuk dikirim dan dilatih disini (UNDIP-red),” tandas Lewerissa.

Hasil dialog, akui Gubernur, kedepan nanti terbuka peluang kampus atau perguruan tinggi di Ambon-Maluku seperti Politeknik Negeri Ambon, Universitas Pattimura (Unpatti) atau perguruan tinggi lainnya yang potensial untuk bisa bekerjasama dengan UNDIP sehingga bisa mendidik putra/i, mahasiswa/i di Maluku untuk menguasai teknologi pengelolaan air bersih ini.

“Teknologi ini tidak sulit sebenarnya. Tapi kalau dikuasai, maka suatu saat kita tidak harus tergantung setiap saat kepada tenaga pelatih atau pendidik dari UNDIP. Dengan begitu, Maluku sudah punya sumber daya manusia (SDM) yang bisa mengoperasikan fasilitas instalasi salinasi ini,” pungkas Lewerissa. (NS)

Views: 120
Facebook
WhatsApp
Email