
AMBON,Nunusaku.id,- Sejumlah warga Negeri Kobisadar, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mengaku terdaftar sebagai penerima Kredit Cepat (Kece) Bank Rakyat Indonesia (BRI) tanpa pernah mengajukan pinjaman.
Beberapa nama warga muncul dalam data kredit BRI meski merasa tidak pernah mengurus proses pengajuan. Salah satu kasus mencolok dialami seorang warga lansia berusia sekitar 80 tahun yang tercatat menerima kredit senilai Rp 10 juta.
Pihak keluarga menyebut, yang bersangkutan menderita sakit kronis dan hanya terbaring di tempat tidur.
Tak hanya itu, adapun seorang mahasiswa asal Kobi yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta juga mendapati namanya terdaftar sebagai peminjam Kredit Kece.
Mahasiswa tersebut, mengaku baru mengetahui hal itu setelah diberi tahu keluarganya, dan menegaskan tidak pernah mengajukan pinjaman.
Menanggapi persoalan itu, Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rostina, menyatakan keprihatinannya dan meminta masyarakat tetap tenang.
Ia mengimbau BRI segera melakukan audit internal secara menyeluruh, guna mengungkap akar persoalan dan pihak yang bertanggung jawab.
“Kami berharap BRI menangani kasus ini secara serius dan tidak mengabaikan keluhan masyarakat. Setiap warga yang merasa dirugikan berhak mendapatkan klarifikasi dan kepastian hukum,” ujar Rostina, saat dikonfirmasi Senin (09/02).
Rostina juga mengungkapkan pengalaman pribadi keluarganya yang diduga melibatkan kelalaian internal pihak bank.
Ia menjelaskan, adiknya pernah mengajukan kredit pertama sebesar Rp 25 juta dengan jaminan BPKB mobil miliknya.
Namun, pada pengajuan kredit kedua senilai Rp 50 juta, prosesnya dilakukan tanpa sepengetahuan dan tanpa tanda tangan resmi, dengan dugaan keterlibatan oknum pegawai bank.
“Ini menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan dan manajemen internal BRI,” tegasnya.
Politisi PKS itu menekankan pentingnya penanganan kasus secara transparan dan meminta Pemerintah Negeri Kobi, serta para korban mempercayakan proses penyelesaian kepada Komisi III DPRD Provinsi Maluku. Ia memastikan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.
“BRI agar segera lakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan manajemen operasionalnya agar kejadian serupa tidak terulang. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan tetap terjaga,” demikian Rostina. (NS-01)

