
JAKARTA,Nunusaku.id,- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy kembali menerima Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang didampingi RJ Lino bersama tim, dalam pertemuan strategis yang berlangsung produktif di kantor Bappenas Jakarta, Rabu (21/1/26) lalu.
Pertemuan yang dijalani penuh kehangatan sembari dinner atau makan malam itu turut dihadiri sejumlah Deputi terkait di Bappenas.
Dalam forum itu, Gubernur memaparkan berbagai progres penting yang telah dicapai, khususnya tahapan perencanaan dan langkah konkret menuju realisasi proyek pelabuhan terintegrasi yang digadang menjadi tulang punggung konektivitas kawasan timur Indonesia.
Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang mendorong percepatan pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) mendapat respons positif dari Menteri Rachmat sebagai perwakilan pemerintah pusat.
Juru Bicara (Jubir) Pemprov Maluku, Kasrul Selang mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan MIP.
Diakui, langkah-langkah yang telah ditempuh Pemprov Maluku mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Bappenas. Pemerintah pusat menilai keseriusan daerah sebagai modal utama dalam menggerakkan proyek strategis nasional berbasis wilayah kepulauan.
Tak hanya itu, Bappenas juga menunjukkan komitmen kuat untuk membawa MIP ke level yang lebih luas dengan melibatkan mitra internasional.
“Menteri Bappenas akan segera menyurati World Bank untuk meminta keterlibatannya dalam pembiayaan MIP. Sebelumnya, Gubernur bersama tim juga telah bertemu dengan World Bank. Ibarat gayung bersambut, pertemuan tersebut sangat produktif,”tuturnya.
Ia menjelaskan, skema pembiayaan MIP dirancang secara bertahap dan kolaboratif. World Bank diharapkan dapat mendukung pembiayaan basic infrastructure, sementara infrastruktur lain akan dibiayai melalui APBN, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP), serta dukungan dari pemerintah daerah.
“Intinya, Bappenas sangat berkomitmen untuk segera menyukseskan Maluku Integrated Port. Ini bukan hanya proyek daerah, tetapi proyek strategis untuk masa depan Maluku dan Indonesia Timur,” tegas Kasrul Selang.
Terkait penentuan lokasi pembangunan MIP, Pemprov Maluku dalam hal ini Gubernur kata Kasrul, menegaskan sikap mengikuti kajian ilmiah yang telah dilakukan.
Manakala hasil study Bank Dunia merekomendasikan lokasi pembangunan MIP di Pulau Ambon karena satu daratan dengan Bandara Internasional Pattimura dan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon sehingga rantai pasok lebih pendek dan efisien.
“Terkait lokasi, pa Gubernur legowo dan mengikuti rekomendasi atau studi ilmiah Bank Dunia. Yang penting bagi Gubernur infrastruktur MIP itu jadi dibangun di Maluku,” demikian Kasrul mengutip penegasan Gubernur Hendrik Lewerissa.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan terbukanya peluang pendanaan internasional, MIP kini melangkah lebih dekat dari perencanaan menuju realisasi, menjadi simpul baru harapan bagi pertumbuhan ekonomi, logistik, dan kesejahteraan masyarakat Maluku. (NS)

