
AMBON,Nunusaku.id,- Hasil kerja nyata ditunjukkan jajaran Direksi dan manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya dalam kurun waktu tak sampai setahun.
Gerak cepat langsung ditunjukkan Direktur Utama, Ranny Tualeka, Direktur Operasional Syaifudin Goo dan Direktur Keuangan, Maya Beatrics Kailola pasca diberi amanah oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa 17 September 2025 lalu.
Dibantu jajaran pegawai yang solid dan dibawah pengawasan tiga anggota dewan pengawas (Dewas) serta dukungan pemerintah provinsi Maluku, hasil positif telah ditorehkan Perumda Panca Karya.
Manakala, KMP Tanjung Sole, salah satu armada andalan Panca Karya yang docking sejak Januari 2026 akhirnya kembali bisa melayari laut Maluku setelah docking tuntas 7 Maret 2026 lalu yang diikuti pemenuhan seluruh dokumen dan uji coba lintasan.
25 Juni 2026 pun menjadi titik awal bagi KMP Tanjung Sole yang resmi kembali ke “lintasan” perairan Maluku untuk melayani masyarakat pengguna transportasi laut pada lintasan atau rute Ambon-Waisala-Buano-Manipa pulang pergi (PP).
Kurang lebih sepekan operasional perdana pada lintasan itu berjalan sempurna. KMP Tanjung Sole akan kembali beroperasi hari ini dengan rute Ambon-Waisala-Buano-Manipa ditambah Namlea-Teluk Bara pulang pergi (PP).
Direktur Utama (Dirut) Panca Karya, M Ranny Tualeka menjelaskan, pihaknya telah merilis jadwal operasional KMP Tanjung Sole periode Juli hingga Agustus 2026.
“Jadwal itu pun telah disampaikan ke Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku, Ketua DPRD Maluku, Kepala BPTD Kelas II Maluku, Ketua DPRD dan Kepala Dishub Buru, Ketua DPRD dan Kadishub Seram Bagian Barat (SBB),” tandas Tualeka di Ambon, Selasa (7/7).
Dikatakan, keberangkatan dari Ambon telah diawali Selasa (7/7) malam. Selanjutnya dari Waisala bertolak pukul 08.00 WIT, Buano pukul 10.00 WIT dan Manipa pukul 14.00 WIT, Rabu (8/7) menuju Namlea. Dari Namlea, KMP Tanjung Sole akan berangkat Kamis (9/7) pagi pukul 07.00 WIT menuju Teluk Bara.
Dari Teluk Bara, kapal ferry akan memuat penumpang dan kembali ke Namlea, Kamis (9/7) malam pukul 21.00 WIT dan berangkat dari Namlea Jumat pagi pukul 09.00 WIT, dengan rute balik pada lintasan yang sama. Menyinggahi Manipa dan berangkat Jumat (10/7) pukul 15.00, Buano di hari yang sama pukul 20.00 WIT dan Waisala berangkat Sabtu (11/7) pukul 05.00 WIT.
“Rute itu rutin dan tetap berlaku dengan hari dan waktu yang sama selama bulan Juli. Dari Ambon berangkat Selasa (tanggal 7,14.21.28), di Waisala Rabu (tanggal 8,15,22,29), Manipa (8,15,22,29) dan Buano (8,15,22,29). Kamis Namlea (tanggal 9,16,23,30) dan Teluk Bara (9,16,23,30). Jumat bertolak dari Namlea ke Manipa dan Buano di hari yang sama (tanggal 10,17.24,31). Sabtu baru berangkat dari Waisala (tanggal 11,18,25,31),” ungkap Tualeka.
Dirinya berharap, masyarakat pengguna transportasi laut khususnya di Kota Ambon, Kabupaten SBB dan Buru pada lintasan Ambon-Waisala-Buano-Manipa-Namlea-Teluk Bara bisa memanfaatkan kesempatan tersedianya KMP Tanjung Sole ini dengan baik.
“Komitmen kami sedari awal jelas, pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi laut adalah hal utama. Karena itu akan kami maksimalkan dengan meminimalisir segala kekurangan. Sehingga masyarakat bisa menikmati segala fasilitas yang tersedia dengan nyaman, agar pelayaran dengan KMP Tanjung Sole berlangsung lancar dan aman. Masyarakat puas, kami pun sebagai operator senang,” pungkasnya. (NS)



