KKN Unpatti di Kairatu Barat-SBB, Mahasiswa Garap Data Desa & Kampanye Bebas Bakar
IMG-20261017-WA0002

SBB,NUNUSAKU.ID,– Universitas Pattimura (Unpatti) mulai menggerakkan program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan LIII gelombang I tahun akademik 2026/2027 di Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Dua program prioritas, yakni Desa Data Week dan Desa Bebas Bakar, disiapkan untuk memperkuat tata kelola desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penempatan mahasiswa KKN di Kairatu Barat berlangsung pada Kamis (15/10), dengan empat desa sebagai lokasi pengabdian, yakni Waesamu, Nuruwe, Kamal, dan Waisarisa. Kedatangan mahasiswa diterima pemerintah desa masing-masing.

KKN angkatan LIII gelombang I berada dibawah koordinasi Ketua Pengelola KKN Unpatti, Prof. Dr. Ir. Jusuf Leiwakabessy, M.S., dengan mengusung tema “Membangun Desa melalui KKN Berdampak.”

Program ini diarahkan agar kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjadi kegiatan akademik rutin, tetapi mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi kebutuhan pembangunan desa.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si., menjelaskan, pelaksanaan KKN Berdampak di empat desa tersebut mencakup program prioritas, program utama, dan program pendamping yang disesuaikan dengan potensi serta persoalan nyata di masyarakat.

“Desa Data Week” menjadi tahapan awal yang strategis sebelum mahasiswa menjalankan program-program berikutnya. Kegiatan ini berfokus pada penguatan basis data dan informasi desa sebagai pijakan untuk merancang kegiatan pengabdian yang tepat sasaran,” tandas Mailoa, Sabtu (17/10).

Pendekatan tersebut menerapkan lima tahapan kerja, yakni Data, Design, Action, Impact, dan Publication. Melalui pola ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi faktual, menyusun rancangan program, melaksanakan aksi, mengukur dampak, hingga mempublikasikan hasil kegiatan.

Selama tujuh hari, mahasiswa menjalankan rangkaian kegiatan intensif yang meliputi mengenali desa, mendengarkan masyarakat, mendiskusikan prioritas, menganalisis data, merancang program, menulis artikel, serta mempresentasikan temuan.

“Ketersediaan data yang akurat diharapkan membantu pemerintah desa memetakan persoalan, memahami kebutuhan warga, dan menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Kampanye Desa Bebas Bakar

Selain penguatan data, mahasiswa juga tambah Mailoa, menyiapkan program “Desa Bebas Bakar” sebagai respons terhadap situasi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi perhatian di Maluku.

Program ini diarahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan tanpa pembakaran terbuka.

“Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap risiko karhutla sekaligus mendorong praktik pengelolaan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan,” ungkap Mailoa.

Pelaksanaannya melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen warga. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar edukasi dan upaya pencegahan kebakaran tidak berhenti selama mahasiswa menjalankan KKN, tetapi dapat berlanjut setelah program berakhir.

Melalui dua program prioritas tersebut, KKN Berdampak Unpatti diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan, mendorong partisipasi masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kehadiran mahasiswa di Waesamu, Nuruwe, Kamal, dan Waisarisa pun menjadi momentum untuk membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan perubahan yang terukur dan berkelanjutan. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email