Kepsek SMKN 2 Ambon Tegaskan Transparan Kelola Dana BOS
IMG-20251007-WA0003

AMBON,Nunusaku.id,- Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ambon, Salem Nurdin menegaskan, komitmennya transparan dan akuntabel dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta kegiatan sekolah lainnya.

Penegasan ini menyusul pemberitaan sejumlah media yang mengutip keterangan Direktur RUMMI, Fadel Rumakat, terkait hasil investigasi lembaga tersebut atas penggunaan dana bos dan fasilitas di SMK Negeri 2 Ambon.

Nurdin membantah keras klaim itu. Menurutnya, pihak RUMMI tidak pernah datang atau melakukan investigasi langsung ke sekolah sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan.

Ia menegaskan, tudingan penyalahgunaan dana BOS maupun pungutan tidak wajar, tidak berdasar dan telah menyesatkan publik.

“Setiap tahun sekolah selalu diperiksa Inspektorat, bahkan kadang tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Kami juga mendapat pendampingan dari pengawas SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. Jadi, tidak mungkin ada penyimpangan seperti yang dituding,” jelas Nurdin kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (6/10).

Terkait isu yang menuding dirinya menggunakan dana sekolah untuk kepentingan pribadi, Nurdin tegaskan, rumah yang ditempatinya telah dibangun sejak 2013, jauh sebelum ia menjabat kepala sekolah.

Ia mengakui adanya perbaikan ringan pada 2024, seperti pengecatan dan penggantian plafon ruang tamu serta ruang keluarga, namun bukan pembangunan baru.

“Rumah itu sudah lama ada, hanya sempat diperbaiki sedikit. Mungkin karena terlihat baru dicat, lalu muncul anggapan yang keliru,” ujarnya.

Adapun sorotan lain terhadap fasilitas komputer dan jaringan Wi-Fi, Nurdin menegaskan, pihaknya secara bertahap terus melakukan pembenahan sesuai kemampuan dana BOS.

Kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan pesisir, kata dia, membuat sejumlah perangkat cepat rusak karena faktor lingkungan dan tingkat pemakaian yang tinggi.

Wakasek Sarana Prasarana, C.A. Tahapary menambahkan, sejak 2016–2019 memang banyak perangkat rusak, namun kini sekolah telah memiliki 95 unit komputer aktif hasil pengadaan bertahap.

“Setiap tahun maksimal hanya bisa menambah lima unit komputer dari dana BOS, karena harus disesuaikan dengan kebutuhan lain seperti listrik dan jaringan internet,” jelas Tahapary.

Kini, jaringan Wi-Fi juga telah menjangkau seluruh laboratorium, ruang wakasek, dan ruang rapat utama, dengan penggunaan yang diatur ketat untuk kepentingan pembelajaran.

Isu lain yang ikut mencuat adalah pungutan biaya masuk sebesar Rp 2,5 juta. Nurdin menegaskan, hal itu bukan pungutan liar, melainkan hasil kesepakatan bersama orang tua siswa.

Dana tersebut digunakan untuk pengadaan lima jenis seragam lengkap, SPP tiga bulan pertama, dan kartu elektronik (Edu-card) untuk absensi daring yang dapat dipantau orang tua.

“Semua hasil keputusan rapat dengan orang tua. Mereka justru lebih memilih sistem ini agar tak repot menjahit seragam sendiri,” ujar Nurdin.

Sementara itu, iuran komite sekolah yang sebelumnya sebesar Rp 90 ribu per bulan kini diturunkan menjadi Rp 85 ribu. Dana tersebut digunakan untuk membayar honor guru honorer (PK) serta mendukung kegiatan sekolah lainnya.

Kebijakan juga dibuat lebih berpihak pada siswa. Keluarga kurang mampu mendapat keringanan hingga pembebasan iuran. Bahkan, jika dalam satu Kartu Keluarga terdapat tiga siswa di SMK Negeri 2 Ambon, kini cukup satu siswa saja yang membayar iuran komite.

Dibawah kepemimpinan Salem Nurdin, SMK Negeri 2 Ambon terus memperkuat program Teaching Factory (Tefa) dengan menggandeng mitra industri seperti Alfamidi Mini Market dan Bank BTN.

Guru TIK sekaligus teknisi sekolah, Arfan Sangatji, menyebutkan bahwa sejak 2021, hampir seluruh perangkat komputer telah diperbarui untuk mendukung kegiatan praktik.

“Dulu hanya ada sekitar 25 komputer aktif, sekarang sudah 95. Semua dilakukan bertahap dan sesuai kebutuhan,” kata Arfan.

Kehadiran Pengawas Pembina SMK se-Maluku, Lantara Hadhir turut memperkuat klarifikasi ini. Ia membenarkan, kondisi sarana memang sempat menjadi kendala beberapa tahun lalu, namun kini telah banyak mengalami kemajuan signifikan.

“Kondisi yang disebutkan itu sebenarnya sudah terjadi lima tahun lalu. Sekarang justru sudah banyak perbaikan,” ujarnya.

Lantara mengapresiasi upaya kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik yang terus berbenah di tengah keterbatasan.

“Data terakhir menunjukkan ada sekitar 95 komputer aktif. Pengadaan dilakukan berkelanjutan dan hasilnya cukup baik. Ini perlu diapresiasi karena dikerjakan dengan transparan dan bertahap,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang berimbang dan berbasis fakta, agar tidak menimbulkan kerugian bagi pihak yang tengah berupaya membenahi mutu pendidikan.

Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan pengawas pembina, SMK Negeri 2 Ambon berkomitmen memperkuat tata kelola, menjaga transparansi, serta meningkatkan mutu pendidikan vokasi.

“Kami terus berbenah dan siap diaudit kapan saja. Yang penting, semua langkah kami berpihak pada kepentingan siswa dan mutu pendidikan,” pungkas Salem Nurdin. (NS-02)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email