
AMBON,Nunusaku.id,- Pembangunan di Provinsi Maluku kedepan tidak akan berjalan tanpa adanya kedamaian, keamanan dan persatuan ditengah masyarakat.
Hal itu ditekankan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat dialog dengan masyarakat Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku di pelataran kantor Negeri, Selasa (8/4/25).
“Sia-sia ketika saya dan pa Wagub telah merancang banyak program lima tahun kedepan untuk Maluku lebih baik, jika tanpa dukungan masyarakat dengan menciptakan harmonisasi hidup orang basudara,” tandas Gubernur.
“Katong boleh bangun gedung-gedung, jalan, jembatan, infrastruktur dan lain, tapi kalau katong gagal bangun persatuan dan kesatuan, kalau katong lalai merawat perekatan-perekatan sosial, perkuat silaturahmi pela gandong orang basudara dan sebagainya maka percuma sarana prasarana yang katong bangun dengan menghabiskan banyak anggaran yang berasal dari uang rakyat,” jelasnya.
Dirinya berharap, dukungan dan kerjasama dari pemerintah negeri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Kailolo sehingga kedamaian tetap terjaga di Maluku Tengah dan Maluku pada umumnya.
“Pemerintah provinsi Maluku, terutama saya dan pa Wagub tidak bisa bekerja sendiri bagi Maluku tanpa dukungan stakeholder masyarakat. Caranya, dengan menjaga keamanan, persatuan dan kedamaian itu sudah membantu melihat negeri Raja-raja maju lebih baik,” terang Lewerissa.
Diketahui, turun langsung dan dialog dengan masyarakat dilakukan Gubernur pasca dua pemuda Kailolo diduga alami Lakalantas beberapa hari lalu di Desa Kabauw, hingga memar dan luka-luka. Satu korban dirawat di RSUP Leimena Ambon dan satunya lagi rawat di rumah.
Gubernur tak sendiri, namun bersama Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Abdullah Vanath dan Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir serta Kapolresta Ambon AKBP Yoga Setya.
Dialog dilakukan terbuka di pelataran kantor Negeri, disaksikan Raja Kailolo, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat tokoh pemuda serta masyarakat setempat.
Di depan masyarakat, Gubernur menegaskan, kehadirannya bersama Wagub di Kailolo sebagai bentuk komitmen untuk mencurahkan sepenuhnya perhatian kepada masyarakat di Maluku, dengan menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi sekecil apapun.
Sebab selain selaku kepala daerah dan wakil kepala daerah, tetapi menurut Lewerissa, keduanya menjadi orang tua bagi semua masyarakat di Bumi Raja-raja, tanpa memandang suku, agama ras dan golongan manapun.
“Paling penting kehadiran katong disini menunjukkan kepedulian dan perhatian untuk memastikan perdamaian dan hidup orang basudara tetap ada di Maluku. Memastikan silaturahmi antar orang basudara tetap terjaga. Katong cinta katong pung rakyat,” tegasnya.
Bahkan sebagai anak Lease yang memiliki hubungan kuat dengan Kailolo, Gubernur tegaskan, penting hadir untuk minta kepada masyarakat agar dapat mempercayakan sepenuhnya masalah yang dialami dua pemuda kepada pemerintah dan aparat keamanan.
Sebabnya pula walau Kapolresta juga ada sebagai jaminan proses hukum berjalan namun selaku Gubernur, Lewerissa akui, akan menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk berkoordinasi dan komunikasi dengan Kapolda agar kepastian proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
“Katong hidup di negara hukum. Maka tidak boleh ada cara lain selain diserahkan pelanggaran hukum ke penegak hukum. Katong pastikan proses hukum tetap jalan. Siapapun yang bersalah, diproses. Katong hadir untuk memastikan itu sebagai wujud cinta kasih kepada masyarakat,” tegasnya.
Usai dialog, Gubernur berkesempatan menjenguk salah satu korban yang dirawat di rumahnya, tak jauh dari kantor negeri. Orang tua korban pun sudah menunggu dengan hati terbuka.
Selain memberi semangat agar cepat sembuh, orang nomor satu di Maluku itu juga menyerahkan bantuan kepada korban melalui orang tua yang dirogoh dari kantong pribadinya.
“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian pa Gubernur bagi anak kami,” imbuh orang tua korban penuh haru. (NS)





