Karhutla Gunung Nona Belum Padam, Damkar & BPBD Berjibaku Dekat Tower TVRI
IMG_20261005_191417_178

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (5/10/26).

Pantauan media ini di lapangan, hingga pukul 20.00 WIT, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) bersama BPBD Kota Ambon masih berjibaku memadamkan api.

Kebakaran terjadi di kawasan RT 078/RW 07, tidak jauh dari tower pemancar TVRI. Dua armada Damkar dan satu unit mobil tangki air BPBD dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Moh. Latupono, mengatakan, kebakaran di Gunung Nona merupakan rangkaian dari Karhutla yang sebelumnya terjadi di kawasan Pensip.

Menurutnya, api diduga bermula dari aktivitas pembersihan lahan oleh seorang warga untuk membuka kebun. Api kemudian merembet hingga mendekati kawasan tower pemancar TVRI.

“Kebakaran ini rangkaian dari kebakaran kemarin di Pensip yang dilakukan oleh Bapak Ferdinand saat pameri atau buka lahan, yang kemudian merembet hingga kawasan tower TVRI,” kata Latupono.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Kondisi medan yang terjal serta pemukiman warga yang cukup padat membuat kendaraan pemadam tidak dapat dengan mudah menjangkau titik api.

Selain itu, keterbatasan armada pengangkut air juga menjadi tantangan. Saat ini, BPBD hanya mengandalkan satu unit armada untuk mengangkut pasokan air dari kawasan Wainitu menuju lokasi kebakaran.

Latupono menyebutkan, sedikitnya terdapat empat titik Karhutla yang ditangani petugas pada Senin (5/10), yakni kawasan STAIN, Passo, Gunung Nona atau sekitar pemancar TVRI, serta Pensip.

Dewan Pantau Langsung Pemadaman

Anggota DPRD Kota Ambon dari daerah pemilihan Nusaniwe, Jacoba Lekahena, bahkan turun langsung memantau proses pemadaman yang dilakukan petugas Damkar dan BPBD di Gunung Nona.

Lekahena mengimbau masyarakat, khususnya warga Gunung Nona dan Kecamatan Nusaniwe, agar tidak melakukan pembakaran sampah, rumput maupun material lainnya yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurutnya, kondisi kemarau dengan intensitas panas yang tinggi membuat potensi meluasnya kebakaran semakin besar. Asap yang ditimbulkan dari Karhutla juga dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Warga juga diminta menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih serta tidak membakar sampah secara sembarangan.

“Kita berdoa bersama supaya kerja-kerja lapangan yang dalam beberapa hari terakhir dilakukan petugas Damkar dan BPBD Kota Ambon untuk memadamkan api dampak Karhutla di daerah Pensip dan pemancar TVRI Gunung Nona maupun kawasan lain di Kecamatan Nusaniwe dan Kota Ambon umumnya bisa tertangani dengan baik dan maksimal,” ujar Lekahena.

Legislator NasDem itu mengajak seluruh masyarakat bekerjasama mengikuti imbauan pemerintah agar ancaman Karhutla di tengah kondisi kemarau dapat dikendalikan.

“Mari kita bekerja sama mengikuti imbauan dari pemerintah demi kebaikan kita bersama, agar persoalan Karhutla serta kemarau ini bisa kita lalui bersama,” pungkasnya. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email