
AMBON,Nunusaku.id,- Delapan (8) orang anak buah kapal (ABK) KLM. Teluk Bara yang mengalami tenggelam dan karam di sekitar Perairan Tanjung Alang, Desa Allang, Kabupaten Maluku Tengah-Provinsi Maluku selamat, Sabtu (18/7/26).
Para ABK diselamatkan WN Australia, Robin Congreve yang menggunakan kapal Yacht Salty Dogz berbendera Selandia Baru berlayar dari Ambon hendak ke Makassar. Namun di perjalanan, Robin dan Yacht-nya memutar beberapa kali di sekitar Perairan Tanjung Alang lantaran melihat banyak puing, kayu, potongan-potongan perahu.
Benar saja, insting mereka tak salah. Ada kedelapan ABK yang terapung di tengah lautan lepas sedang menunggu pertolongan. Bersama rekannya, Robin pun menolong para ABK itu. Delapan ABK yaitu nakhoda Arifin Limau (50), Sukarti Facey (34), Darmanto (21), Anto (20), Riswan (29), La Suherman (33), Iki (35), serta La Jumadi (31)
Mereka kemudian dievakuasi ke atas yacht dan dikoordinasikan dengan tim SAR gabungan untuk ditindaklanjuti ke daratan.
Diketahui, awalnya kejadian itu dilaporkan warga, Isjon Siwalete kepada Basarnas Ambon, Sabtu (18/7) pagi bahwa sebuah kapal kayu tenggelam di sekitar Perairan Tanjung Alang dan memohon bantuan bagi para ABK.
Menggunakan Rigit Buoyancy Boat, Tim Rescue Basarnas Ambon pun dikerahkan menuju lokasi kejadian pada koordinat 3°47’3.39″S – 127°59’40.85″E, jarak -+ 16 Nautical Mile dan Heading 235° arah Barat Daya dari Dermaga BRIN Ambon.
Upaya pencarian korban pada kondisi gelombang tinggi di Perairan Tanjung Alang terus dilakukan dengan memperhatikan safety. Guna membantu operasi SAR ditengah gelombang tinggi, KN SAR Abimanyu yang dipimpin Kakansar Ambon dikerahkan menuju lokasi kejadian.
Pencarian baru temukan titik terang siangnya. Tim Darat Basarnas Ambon yang melakukan koordinasi dengan masyarakat Allang mendapati informasi, bahwa tak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal Teluk Bara, terlihat satu unit kapal Yacht memutar beberapa kali di sekitar Perairan Tanjung Alang.
Tim RBB Basarnas Ambon dikerahkan menuju kapal yacht untuk melakukan koordinasi. Benar saja, para korban ternyata telah ditemukan selamat pemilik yacht dan rekannya saat perjalanan ke luar Ambon menuju Makassar.
Nahkoda menyebut, kapal kayu bermuatan material bangunan tersebut bertolak sekitar pukul 5 pagi dari Kota Ambon menuju Kabupaten Buru Selatan. Namun setibanya di Tanjung Alang kapal dihantam gelombang tinggi.
Akibatnya, papan kayu bagian bawah kapal terlepas, kemasukan air dan karam. Sebelum karam, seluruh ABK berhasil melompat dan menyelamatkan diri.
Usai hanyut dan bertahan beberapa jam di permukaan air dengan bantuan papan kayu dan dirigen air, para korban berhasil ditemukan dan dievakuasi kapal Yacht Salty Dogz berbendera Selandia Baru. Kedelapan ABK kemudian dibawa tim SAR gabungan menuju Dermaga BRIN Ambon untuk diserahkan kepada pihak keluarga. (NS)




