Kapolres Tual Luka Kena Panah Saat Amankan Bentrok Pemuda
IMG-20260224-WA0060

AMBON,Nunusaku.id,- Upaya aparat kepolisian untuk menghentikan pertikaian antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, berujung luka pada Kapolres Tual dan seorang warga.

Insiden ini terjadi saat aparat berusaha melerai dan mencegah meluasnya konflik demi melindungi keselamatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menjelaskan, peristiwa berlangsung Selasa (24/2) sore ketika terjadi ketegangan antara kelompok pemuda kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kampung Baru.

Menyikapi situasi tersebut, jajaran Polres Tual segera turun ke lokasi dengan mengedepankan langkah persuasif, imbauan, dan pembubaran massa secara humanis.

Menurut Rositah, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro turun langsung memimpin personil Polres Tual, berada di garis depan pengamanan, untuk melerai dan menenangkan situasi serta meminta kedua kelompok menghentikan aksi kekerasan.

Namun, ditengah upaya tersebut, Kapolres mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lutut kaki kiri.

Selain Kapolres, seorang warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun juga alami luka di bagian kaki saat situasi masih memanas. Keduanya dievakuasi dan mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur.

“Hingga kini, kondisi keduanya dilaporkan stabil dan dalam perawatan,” tandas Rositah, Rabu (25/2).

Kehadiran aparat tambahan dari Sat Brimob Polda Maluku kemudian dikerahkan untuk perkuat pengamanan dan memastikan tidak terjadi benturan susulan.

“Penempatan personel dilakukan secara proporsional di masing-masing wilayah guna menjaga rasa aman seluruh warga tanpa memihak,” tegas Rositah.

Sementara Kapolres Tual menegaskan, luka yang dialaminya tidak akan mengurangi komitmen kepolisian dalam menjaga perdamaian dan keselamatan masyarakat.

“Keselamatan warga prioritas utama. Aparat hadir untuk melindungi, melerai, dan memastikan konflik tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjut, aparat keamanan bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat berencana menggelar pertemuan dialog guna meredakan ketegangan dan membangun kesepahaman bersama.

Pendekatan musyawarah dan rekonsiliasi dipandang sebagai jalan utama untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Hingga Selasa malam, situasi di wilayah Fiditan dilaporkan berangsur kondusif. Aparat keamanan tetap bersiaga sambil mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan bersama-sama menjaga kedamaian di Kota Tual. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email