
AMBON,Nunusaku.id,- Kapal tanker MT. Koan Indonesia bermuatan 18 orang anak buah kapal (ABK) tenggelam di sekitar perairan Kepulauan Tanimbar, Perbatasan Indonesia-Australia, Kamis (15/2).
Bertolak dari Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Surabaya Jawa Timur, Kapal Tengker tersebut mengalami kebocoran setelah mendapat gelombang tinggi 5 meter di Perairan Arafura 14 Februari 2024 pagi.
Akibatnya, kapal miring kanan, para ABK sempat mencoba menguras air menggunakan pompa namun tidak berhasil. Keesokan harinya atau 15 Februari, kapal perlahan tenggelam di Perairan Perbatasan Indonesia Australia.
Basarnas Command Centre (BCC) sekitar pukul 14.22 WIT, meneruskan informasi signal distress ke Basarnas Ambon bahwa terkait kejadian tersebut.
Basarnas Ambon merespon cepat dan mengerahkan Tim SAR Gabungan yang terdiri Rescuer Pos SAR Saumlaki dan Polairud Polda Maluku menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi SAR pada koordinat 8° 28′ S – 131° 28′ E, jarak -+ 31 Nm, dan Heading 167° arah Selatan dari Pos SAR Saumlaki.
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arif Anwar katakan, seluruh ABK berhasil selamatkan diri menggunakan dua buah Life Craft dan terombang-ambing selama beberapa jam.
“ABK berhasil berkomunikasi dan meminta pertolongan pada Kapal Tanker Hafnia Petler yang saat itu sedang melintasi Perairan Tanimbar. Seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat keatas Kapal tengker Hafnia Petler,” jelas Arif.
Sementara itu, selama empat jam perjalanan menggunakan KP – XVI-2006 Polairud Polda Maluku, Tim SAR gabungan berhasil tiba di lokasi intercept Kapal Tengker Hafnia Petrel guna mengevakuasi seluruh korban.
“Seluruh korban dievakuasi dan dipindahkan ke atas Kapal Polairud Polda Maluku untuk dibawa ke Pelabuhan Laut Saumlaki, untuk diserahkan ke tim medis RSUD Margreti Saumlaki guna penanganan lebih lanjut,” urainya.
Berikut nama-nama ABK; Sony Mubarok (31) oiler, Rusman (27) juru mudi, Jumu Jahi (27) juru mudi, Kiki Weldi (37) tukang las, Toni Ricardo (24) oiler, Erid Suhendra (35) capten, Hendro Febrianto ( 34) mandor mesin, Rahmadi (28) Mualim III, Wahyu Dwi jadtmiko (49) KKM.
Ayu Airin laihan (24) Koki, Rohmat Saiful Anwar (32) Mualim I, Ari Satrio priantoro (35) Botswain, Mahesa Ari Sandi (25) masinis II, Pilar jaman Tegar R.A (26) masinis III, M. Arofa (27) oiler, Heri Siswanto (39) Ebi, Dadan Abriansyah (30) second officer dan Madi Maulana (20) kadet deck. (NS)



