Kapal Ikan Karam di Laut Banda, 11 ABK Diselamatkan
IMG-20250203-WA0020

AMBON,Nunusaku.id,- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah warning cuaca buruk masih terjadi di wilayah kepulauan Maluku sepekan ini.

Namun begitu, masih ada para pihak dan nelayan yang melakukan pelayaran. Bahkan, hampir saja laut Maluku kembali makan korban.

Terkini, kapal ikan KM Rajawali Perkasa 103 dengan jumlah ABK 11 orang alami karam di Perairan Pulau Suanggi Laut Banda sekitar pukul 03.00 dini hari, Senin (3/2).

Kejadian itu diketahui Command Centre Basarnas Ambon dari Joli, agen kapal. Basarnas merespon cepat laporan itu dengan mengerahkan pos SAR Banda beserta unsur potensi SAR dengan Rigit Inflatable Boat menuju pulau Suanggi guna melaksanakan operasi SAR.

Seluruh korban yang berlindung di atas tebing karang kemudian menuruni tebing secara perlahan untuk dievakuasi.

Ditengah gelombang tinggi Laut Banda, proses evakuasi seluruh korban berjalan  lancar. Ke-11 ABK dievakuasi dalam keadaan selamat.

Ke-11 ABK itu yakni Jemmy Pattipeiluhu (55), Cecen Risal Raatburu (26), Lambertus Rupilu (52), Tofik Hidayat (32), Hermanus Rano Kolelupun (25), Rafli Pruwat (33), Feri Irawan (39), Jufri Wabula (22), Galih Ramadhan (21), Ye Jen BinSyeh (22) dan Fery Gasper Putuleihalat (20).

Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan, kapal naas tersebut awalnya berangkat dari Kota Ambon hendak menuju Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Namun setiba di sekitar Perairan Pulau Suanggi, kapal dihantam gelombang tinggi dan tenggelam. Saat kapal tenggelam, seluruh ABK melompat menyelamatkan diri dan berenang menuju Pulau Suanggi.

Mereka mencoba bertahan selama beberapa jam, hingga waktu terbit matahari. Salah satu korban menaiki menara tower yang ada di Pulau tersebut untuk mencari sinyal telepon.

Setelah berhasil menelepon agen kapal dan laporan diteruskan ke Basarnas, unsur gabungan dan pos SAR Banda dikerahkan untuk misi penyelamatan.

“Alhamdulillah, proses penyelamatan berjalan dengan baik. Kini seluruh korban sudah berada di Pulau Banda untuk mendapatkan perawatan,” jelas Arafah. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email