Kantongi Dukungan Bank Dunia, Gubernur HL Optimis "Maluku Integrated Logistic Hub" Groundbreaking 2027
IMG-20260811-WA0001

JAKARTA,Nunusaku.id,- Akselerasi pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia khususnya Provinsi Maluku terus bergeliat pasca diamankannya komitmen dukungan pembiayaan infrastruktur dari lembaga keuangan global, Bank Dunia (World Bank).

Sinyal positif tersebut didapatkan usai Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, jajaran Deputi Bappenas, serta perwakilan Bank Dunia di Kantor Kementerian Bappenas, Jakarta, Selasa (11/8/26).

Gubernur HL pun optimis mega proyek Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) dapat segera merealisasikan tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada tahun 2027 mendatang.

Ditegaskannya, Maluku Integrated Logistic Hub tidak dirancang sekadar sebagai pelabuhan penyeberangan atau fasilitas singgah biasa. Proyek ini digadang-gadang sebagai kawasan industri logistik terpadu berbasis pertumbuhan ekonomi regional.

“Bagi Maluku, ini bukan semata-mata pelabuhan. Ini adalah pembangunan kawasan terpadu, di mana pelabuhan integrasi tersebut menjadi infrastruktur utamanya (core infrastructure),” tegasnya usai pertemuan didampingi Kepala Bappeda Maluku Anton Lailossa.

Apresiasi Kolaborasi Pempus & Bank Dunia Bantu Maluku

Atas capaian ini, Pemprov Maluku kata Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi serta sinergis antara pemerintah pusat dan lembaga internasional.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Bappenas dan Kementerian terkait. Kami juga menyambut hangat partisipasi Bank Dunia serta lembaga donor lainnya yang berkomitmen membantu terwujudnya Maluku Integrated Logistic Hub,” lanjutnya.

Bagi Maluku, proyek ini memiliki arti lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik. Posisi geografis Maluku yang berada di kawasan kepulauan membuat persoalan konektivitas dan biaya logistik selama ini menjadi salah satu tantangan besar bagi pergerakan ekonomi.

Karena itu, kehadiran kawasan logistik terpadu diharapkan dapat memperkuat arus barang, memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi aktivitas industri di sekitarnya.
Dengan kata lain, pelabuhan menjadi pintu masuk, sementara kawasan ekonomi yang tumbuh di belakangnya menjadi mesin yang menggerakkan aktivitas ekonomi.

Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru-Serap Ribuan Tenaga Kerja

MILH menurut Gubernur, diproyeksikan sebagai penggerak utama ekonomi (prime economic mover) Maluku kedepan, bersanding dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. Kombinasi dua mega proyek ini diyakini akan mentransformasi struktur ekonomi Maluku secara mendasar.

Selain memotong biaya logistik dan meningkatkan efisiensi rantai pasok (supply chain) di wilayah kepulauan, kawasan logistik ini diproyeksikan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Pembangunan infrastruktur ini dampaknya akan terasa langsung karena kawasan ekonomi di sekitarnya juga akan ikut tumbuh pesat,” tambah Gubernur Hendrik.

Menurut HL, jika kedua proyek besar tersebut benar-benar terealisasi, Maluku memiliki peluang untuk mengalami transformasi ekonomi yang signifikan.

“Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, Maluku Integrated Logistic Hub ini menjadi semacam penggerak utama ekonomi (prime economic mover), sama seperti Blok Masela. Dengan adanya dua proyek besar ini yang terealisasi di Maluku, maka diharapkan transformasi Maluku menuju Maluku yang lebih maju dan sejahtera dapat tercapai,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya ekspektasi pemerintah daerah terhadap MILH. Proyek ini tidak hanya diharapkan menghasilkan infrastruktur baru, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru.

Ketika pelabuhan berkembang, maka kebutuhan pergudangan, transportasi, distribusi, industri pengolahan, jasa, perdagangan hingga berbagai usaha pendukung lainnya ikut terbuka.
Dampaknya diharapkan tidak berhenti di kawasan proyek, tetapi menjalar ke berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Ribuan Lapangan Kerja Menanti

Salah satu dampak yang paling dinantikan dari pembangunan MILH adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Maluku.

HL menyebut pembangunan infrastruktur pelabuhan dan kawasan ekonomi terpadu tersebut berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

“Pembangunan infrastruktur pelabuhan dan kawasan ini akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Ada sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru yang diserap, karena ini bukan sekadar pelabuhan, tetapi kawasan ekonomi sekitarnya juga turut berkembang,” sebut HL.

Angka tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai skala ekonomi yang ingin dibangun melalui MILH. Jika kawasan tersebut berkembang sesuai proyeksi, lapangan pekerjaan tidak hanya muncul pada tahap konstruksi.

Kebutuhan tenaga kerja juga akan tumbuh ketika pelabuhan dan kawasan industrinya mulai beroperasi. Mulai dari sektor transportasi dan logistik, bongkar muat, pergudangan, perdagangan, jasa, industri pengolahan hingga usaha-usaha pendukung lainnya.

Bagi masyarakat Maluku, terutama generasi muda yang membutuhkan lapangan pekerjaan, efek berantai seperti inilah yang paling dinantikan dari proyek tersebut.

Bappenas Dorong Bank Dunia Mulai Studi Awal

Optimisme terhadap percepatan MILH juga diperkuat oleh langkah lanjutan yang disampaikan Kepala Bappeda Maluku Anton Lailossa.

Anton mengatakan, Bappenas telah memberi rekomendasi kepada World Bank untuk segera memulai penelitian-penelitian terkait proyek tersebut. Tahap ini menjadi penting untuk memastikan berbagai aspek pembangunan MILH dapat dikaji secara mendalam sebelum proyek masuk ke tahapan berikutnya.

Artinya, komitmen yang telah diperoleh dalam pertemuan di Jakarta tidak berhenti pada pembicaraan mengenai pembiayaan.

Ada proses lanjutan yang harus dilakukan untuk memastikan proyek tersebut memiliki dasar kajian yang kuat, baik dari sisi kebutuhan infrastruktur, kawasan, ekonomi, konektivitas maupun aspek pendukung lainnya.

Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, dimulainya penelitian tersebut menjadi langkah penting menuju realisasi proyek.
Dengan kolaborasi antara Pemprov Maluku, Bappenas dan Bank Dunia, Gubernur Hendrik Lewerisaa optimistis MILH dapat membawa perubahan nyata bagi perekonomian daerah.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka tahun 2027 bukan sekadar angka dalam perencanaan.

Tahun itu diharapkan menjadi titik dimulainya pembangunan fisik kawasan yang selama ini diproyeksikan sebagai salah satu mesin baru ekonomi Maluku.
MILH pun kini bukan lagi sekadar gagasan tentang sebuah pelabuhan.

Ia diproyeksikan menjadi simpul logistik, kawasan ekonomi, sumber lapangan kerja, sekaligus salah satu pintu bagi Maluku untuk keluar dari persoalan mahalnya biaya logistik dan keterbatasan konektivitas antarpulau.

Bersama Blok Masela, pemerintah daerah berharap dua proyek besar tersebut dapat menjadi momentum bagi perubahan struktur ekonomi Maluku.

Kini, setelah komitmen Bank Dunia dan dukungan pemerintah pusat mulai terlihat, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh proses berjalan konsisten hingga benar-benar sampai pada satu titik yang paling ditunggu masyarakat: groundbreaking MILH pada 2027. (NS)

Views: 17
Facebook
WhatsApp
Email