Kabupaten/Kota Satu Suara, Percayakan Gubernur HL Nakhodai HKTI Maluku 2026-2031
IMG-20260920-WA0018

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Maluku periode 2026-2031 kini punya nahkoda baru.

11 DPC HKTI kabupaten/kota di Maluku sepakat memberikan amanah kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) untuk memimpin.

Lewerissa terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Maluku yang berlangsung di lantai VII kantor Gubernur Maluku, Minggu (20/9/26).

Musda yang mengusung tema “Petani Makmur, Petani Maju, Indonesia Sejahtera” tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi HKTI di Maluku.

Musda dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPN HKTI, Angga Hermanda, bersama Ketua Harian DPD HKTI Maluku, August Ernest Pattiselano.

Usai musyawarah, Angga Hermanda mengatakan seluruh DPD kabupaten/kota telah sepakat memilih dan mempercayakan amanah kepemimpinan HKTI Maluku kepada Hendrik Lewerissa.

“Alhamdulillah telah terpilih Ketua DPD HKTI Provinsi Maluku periode 2026-2031 dalam Musda. 11 kabupaten/kota kompak sepakat memilih dan mempercayakan amanah kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa selaku Ketua DPD HKTI Maluku,” ujarnya.

Ia mengatakan, Hendrik Lewerissa selanjutnya akan dilantik sebagai Ketua DPD HKTI Maluku. Pelantikan dijadwalkan berlangsung malam ini oleh Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono.

Menurut Angga, kepemimpinan baru HKTI Maluku diharapkan mampu memperkuat potensi pertanian dan perkebunan di daerah. Maluku sebagai provinsi kepulauan dinilai memiliki potensi pertanian yang kuat, terutama dengan sejarah rempah-rempah yang menjadi salah satu keunggulan daerah.

“Maluku sebagai provinsi kepulauan dan juga memiliki potensi pertanian yang sangat kuat akan terus didorong agar menjadi sentra kebanggaan, terutama kita menilik dari sejarah rempah-rempah primadona dan juga keunggulan dari Maluku,” ujarnya.

Ia menambahkan, HKTI akan mendorong pengembangan hilirisasi perkebunan di Maluku. Sejumlah komoditas seperti pala, cengkeh dan kopi disebut memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.

“Saat ini kita sedang fokus bagaimana mendorong hilirisasi perkebunan dan Maluku sebagai provinsi sentra rempah-rempah. HKTI sebagai mitra strategis pemerintah akan mendorong kemajuan hilirisasi perkebunan di Maluku mulai dari pala, cengkeh, kopi dan potensi komoditas yang ada di Maluku, sehingga petani semakin sejahtera,” katanya.

Angga juga menyampaikan perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurutnya mencapai angka 129,19 pada Agustus 2026. Ia menyebut angka tersebut sebagai capaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

“Kita bersyukur di bulan Agustus 2026 Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi sepanjang sejarah atau dalam 34 tahun terakhir di angka 129,19,” ujarnya.

Ia mengatakan HKTI akan memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah untuk mendorong agar berbagai program di sektor pangan dapat dirasakan masyarakat.

“HKTI akan langsung tancap gas agar program Presiden terus berlanjut dan langsung dirasakan petani, peternak, nelayan, pembudidaya ikan, dan produsen pangan kecil lainnya,” kata Angga.

Di tempat yang sama, Ketua Harian DPD HKTI Maluku, Prof. August Ernest Pattiselano mengatakan, penguatan sinergi antara HKTI dan pemerintah daerah menjadi hal penting dalam menjalankan program di bidang pangan.

Menurutnya, program Pemerintah Daerah Maluku di bidang pangan memiliki arah yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah pusat.

“Paling penting program Pemerintah Daerah juga sangat sinergitas dan kuat di bidang pangan. Sehingga kalau dengan HKTI akan saling menumpang untuk pencapaian tujuan. Karena apa yang jadi visi misi Gubernur Maluku juga bagian dari visi misi Presiden. HKTI akan bersinergi untuk itu,” demikian Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) itu. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email