
AMBON,Nunusaku.id,- Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengajak warga Kota Ambon untuk menunjukkan rasa cinta tanah air dengan mengibarkan bendera Merah Putih dan memasang umbul-umbul dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, pemasangan bendera Merah Putih bukan sekadar bentuk perayaan seremonial, tetapi menjadi bagian dari wujud nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.
“Kita sudah ingatkan kepada seluruh masyarakat, mari pasang bendera Merah Putih, mari pasang umbul-umbul. Ini wujud daripada rasa cinta tanah air, rasa nasionalisme. Bagaimana kita bicara soal tanah air kalau kasih bendera saja tidak bisa,” tegasnya di Ambon, Selasa (11/8).
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari panitia peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Maluku, berbagai agenda telah disiapkan dan sebagian telah dilaksanakan.
Sejumlah kegiatan antara lain jalan santai kebangsaan, pawai kebangsaan, hingga rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, termasuk kegiatan sebelum dan prosesi penurunan bendera.
Selain itu, agenda pemberian remisi bagi warga binaan juga telah masuk dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan dan dilaksanakan sesuai tradisi setiap tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan dan meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru merusak berbagai upaya pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Ambon.
Ia menegaskan, jika masyarakat ingin berkontribusi bagi Kota Ambon, maka menjaga lingkungan merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan.
“Kalau kita mau berkontribusi bagi Ambon, tidak boleh ada perbuatan seperti itu, merusak. Pemerintah ini tugasnya mengatur, menertibkan, memperbaiki. Bagaimana kita mengatur dan menertibkan, tapi masyarakat sendiri merusak, percuma,” ujar Walikota.
Menurutnya, menciptakan kota yang harmonis butuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri apabila masih terdapat oknum yang melakukan tindakan yang merusak lingkungan maupun fasilitas yang telah dibangun.
“Bagaimana mau tercipta harmoni kalau satu buat lain, satu buat lain,” katanya.
Walikota menegaskan, Pemerintah Kota Ambon tidak akan tinggal diam apabila menemukan pihak yang dengan sengaja merusak fasilitas atau lingkungan kota.
“Kalau ketahuan siapa orangnya, pasti saya tuntut. Pemkot akan menuntut dia karena itu merusak apa yang dibangun oleh Pemkot,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bodewin meminta kepala desa, raja, dan lurah untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
Ia menilai persoalan kebersihan tidak seharusnya selalu menunggu Walikota maupun pemerintah kota turun langsung ke lapangan.
“Saya sudah sampaikan bahwa kades, raja, lurah harus berperan. Masa lingkungan kotor, Walikota yang harus turun?” ungkapnya.
Ia mengatakan, pemerintah harus melihat persoalan kebersihan secara komprehensif. Ia juga mengapresiasi mayoritas warga Kota Ambon yang selama ini telah menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Saya selalu melihat sesuatu secara komprehensif. Tindakan oknum-oknum tidak bisa kita inventarisir seluruh warga Kota Ambon. Satu hal yang harus kita syukuri bahwa mayoritas warga Kota Ambon sudah mau terlibat menjaga kebersihan. Ini harus diapresiasi,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat yang selama ini telah berbuat baik untuk bersama-sama melawan perilaku oknum yang hanya merusak lingkungan.
“Semua orang yang sudah mau berbuat baik, mari kita lawan oknum-oknum yang kerjanya hanya buat rusak. Kalau semua bersatu, mereka tidak ada tempat di Kota Ambon,” tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat membuat seluruh masyarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap Kota Ambon.
“Supaya semua orang merasa bahwa Kota Ambon adalah milik bersama. Tugas kita adalah, kalau tidak bisa buat baik, jangan buat rusak,” pungkasnya. (NS-02)




