Jalan-Jembatan di Bursel Rusak, BPJN Maluku Diminta Tak Tutup Mata
InShot_20250710_193336248

AMBON,Nunusaku.id,- Akses jalan dan jembatan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) di banyak titik alami kerusakan parah cukup lama dan minim perhatian.

Padahal jalan dan jembatan memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, mempercepat mobilitas arus kendaraan dan orang guna meningkatkan kualitas hidup. Karena itu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku diminta tidak tutup mata.

Harapan itu disampaikan Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Provinsi Maluku, Abubakar Mahu saat memimpin rekan-rekannya melakukan aksi di depan BPJN Maluku, Kamis (10/7).

“Kami mendesak dan meminta pemerintah pusat melalui BPJN serta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan di Buru Selatan,” jelasnya.

Menurut Mahu, aksi demo dilakukan karena pihak BPJN lambat bahkan kurang memberi perhatian terhadap pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten bertajuk Retemena Barasehe itu. Padahal masyarakat disana sementara terisolir dan butuhkan tindakan segera.

Prioritas jalan untuk diperbaiki di Bursel akui Mahu, rata-rata di semua kecamatan yakni jalan kecamatan Waesama Namrole, jalan kecamatan Namrole-Kepala Madan, jalan kecamatan Namrole-Leksula, jalan Namrole-Fena Fafan dan jalan lingkar kecamatan Ambalau.

“DPD IMM meminta perhatian serius khusus BPJN Maluku untuk melihat infrastruktur pembangunan jalan Buru Selatan jika itu jalan nasional. Ini keresahan masyarakat yang kami lanjutkan untuk mendapat perhatian,” tegasnya.

Dengan aksi ini, pihaknya kata Mahu berharap ada kepedulian dan perhatian BPJN. Sebab tidak mungkin berharap pada APBD Kabupaten yang terbilang kecil. Karena itu intervensi pusat melalui BPJN harus dilakukan.

“Pemerintah seharusnya hadir memberi solusi, memastikan kesejahteraan masyarakat lewat akses jalan dan jembatan yang memadai, karena itu faktor utama mendorong masyarakat sejahtera,” tegasnya.

Aksi yang berjalan lebih dari satu jam dengan orator berganti orator itu awalnya lancar. Namun karena tak ada pejabat BPJN yang datang, mereka ingin masuk menemui Kepala BPJN Maluku, Iqbal Tamher.

Hanya saja yang datang ternyata hanya seorang pegawai wanita dari bagian Humas untuk negosiasi. Saling adu mulut tak terhindarkan antara pendemo dengan wanita itu.

Beberapa saat kemudian perwakilan pendemo diminta masuk ke ruang tunggu dan menunggu 30 menit.

Sayang, Kabalai maupun pejabat tinggi BPJN Maluku yang menemui mereka. Para perwakilan murka dan keluar lalu sempat merusak pagar hingga membakar ban.

“Sesuai janji pihak Humas BPJN, mereka akan agendakan waktu yang pas berjumpa DPD IMM Maluku dan nantinya kami akan sampaikan ke Kepala BPJN Maluku langsung aspirasi beserta bukti fisik terkait kondisi jembatan yang belum dibangun, jalan yang rusak agar mendapat prioritas untuk diperbaiki,” ungkap Mahu.

Jika pertemuan dengan Kabalai Jalan tak terwujud dan BPJN tidak prioritaskan pembangunan jalan dan jembatan di Bursel, Mahu berjanji akan mengkonsolidasikan anggotanya untuk aksi lanjutan secara besar, bila perlu bermalam di depan BPJN Maluku. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email