Jagoan PAN Kalah di Pilgub, Bukti Kegagalan Widya Pratiwi Murad
PAN

AMBON,Nunusaku.id,- PAN Maluku dibawah kepemimpinan Widya Pratiwi sebagai Ketua DPW kurang lebih selama enam bulan sejak Mei hingga November, bukan memperpanjang rekam jejak positif melainkan harus berakhir dengan hasil negatif di Pilgub Maluku.

Jagoan yang diusung partai berlambang matahari itu, petahana Murad Ismail-Michael Wattimena tumbang dari Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath. Saat itu, Widya dipercaya sebagai ketua tim pemenangan.

Para kader pun mulai membandingkan era kepemimpinan Widya Pratiwi dan Wahid Laitupa yang dilengserkan di tengah jalan pada Mei 2024 lalu.

Bagaimana tidak, PAN yang terkenal selalu menang dalam kompetisi Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Maluku. Namun faktanya berbanding pada pesta demokrasi 27 November 2024 lalu.

Mantan Ketua POK DPW PAN Maluku 2010 hingga 2024, Taufik Saimima mengatakan, anjloknya prestasi partai besutan Zulkifli Hasan di Maluku, harus menjadi bahan evaluasi DPP kedepan.

“Meski dikudeta ditengah jalan, namun prestasi pa Wahid Laitupa lebih baik ketika memimpin PAN Maluku dari pada Widya Pratiwi,” jelasnya kepada media ini, Selasa (14/1).

Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian PAN dimasa Laitupa. Dimana pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu, berhasil merebut satu kursi DPR RI, menambah perolehan kursi di DPRD Maluku menjadi tiga kursi dan membuat penambahan empat kursi di 11 kabupaten/kota sehingga totalnya berjumlah 14 kursi.

Sedangkan di masa Widya Pratiwi, meski ada tujuh pasangan calon kepala daerah yang direkomendasikan PAN berhasil menang, namun hal tersebut belum bisa dijadikan sebagai barometer kesuksesan.

“PAN dimasa Widya dalam Pilgub Maluku 2024, mengusung petahana Gubernur Murad Ismail, dengan koalisi besar di dalamnya seperti Golkar, Demokrat, PKS, dan PKB, tapi juga kalah. Ini prestasi terburuk,” sesalnya.

Menurutnya, kekalahan pasangan calon Gubernur yang diusung PAN di Pilkada Maluku, menjadi bukti bahwa Widya Pratiwi gagal memimpin PAN.

“Hasil Pilgub Maluku, mencerminkan kegagalan seorang Widya Pratiwi sebagai Ketua DPW. Dan harus kita akui, dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, grafik elektoral PAN di Maluku alami penurunan drastis,” ungkapnya.

Sejatinya, jelas dia, prestasi di Pemilu 2024 tidaklah sempurna akibat hasil buruk di Pilgub Maluku. Sehingga, hal itu harus jadi bahan pertimbangan atau referensi DPP, untuk mengevaluasi DPW PAN Maluku dibawah kepemimpinan Widya Pratiwi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kepemimpinan Widya Pratiwi hanya akan sampai Februari 2025 mendatang. DPP, tegasnya, jangan lagi memberikan kesempatan kepada Widya untuk memimpin PAN Maluku 2025-2030.

Dikatakan, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN Maluku yang direncanakan digelar usai pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Maret 2025, sudah ada beberapa nama yang terindikasi mencalonkan diri, salah satunya dirinya sendiri.

“Ibu Widya juga ikut calon sebagai Ketua DPW PAN, kemudian Pak Wahid Laitupa juga. Tapi meski saya juga calon, namun menurut saya Pak Wahid masih lebih pantas dan layak memimpin PAN Maluku,” akunya.

Untuk tetap menjaga Marwah PAN dan sebagai bentuk ikhtiar, Ketua DPW PAN Maluku periode lima tahun kedepan tambah Saimima, haruslah mereka yang mampu menjaga prestasi yang telah ditorehkan di Pileg 2024 agar bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di Pileg 2029.

“Perjalanan PAN Maluku sejak era reformasi menunjukkan tren positif. Namun sekali lagi saya ingin katakan, bahwa Widya Pratiwi gagal, sebab hanya di masa dia sajalah, PAN pertama kalinya kalah di Pilgub Maluku,” tegasnya. (NS)

 

Views: 149
Facebook
WhatsApp
Email