INOVASI Gandeng Unpatti Gelar Workshop, Perkuat Kontribusi LPTK Guna Peningkatan Mutu Pendidikan
IMG-20260608-WA0063

AMBON,Nunusaku.id,– Program INOVASI Fase 3 bekerjasama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar workshop berbagi pengalaman dan penggalian ide bertema “Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bagi Pemerintah Daerah” di Santika Hotel Ambon, Senin (8/6/26).

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk berbagi praktik baik, menggali gagasan inovatif, serta memperkuat kontribusi LPTK dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Workshop dihadiri Direktur Pendidikan Profesi Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ferry Maulana Putra; Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy; Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Abidin Wakanno; Provincial Manager Program INOVASI, Mus Mualim; perwakilan pemerintah daerah mitra Program INOVASI; Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP); Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK); serta 17 LPTK dari berbagai provinsi seperti Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti dan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon.

Hadir secara luring Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hannah Derwent, serta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani.

Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy saat membuka workshop mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

“Dengan semangat kolaborasi, mari bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia,” ajaknya.

Fredy mengibaratkan guru sebagai bibit unggul yang harus terus dibina dan diperkuat agar mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Kita adalah penghasil bibit unggul, yaitu guru-guru unggul. Jika bibit yang baik tidak mendapatkan penguatan dan dukungan yang memadai, maka potensinya tidak akan berkembang secara optimal. Karena itu, guru harus terus diberikan ruang untuk bertumbuh, berinovasi, dan meningkatkan kapasitasnya,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tiga komponen utama dalam sistem pendidikan, yakni guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

“Guru, kepala sekolah, dan pengawas merupakan tiga pilar utama pendidikan yang harus terus diperkuat. Tekad kita sama, yaitu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hannah Derwent mengapresiasi komitmen dan semangat kolaborasi yang terus dibangun pemerintah, perguruan tinggi, dan para mitra pembangunan dalam memajukan sektor pendidikan di Indonesia.

“Kami bangga menjadi mitra pemerintah Indonesia selama hampir 70 tahun. Harapan kami, kerjasama yang telah terjalin, khususnya di bidang pendidikan, dapat terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Menurut Hannah, guru, LPTK, dan pemerintah daerah bagian penting dari ekosistem pendidikan yang memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan lokal sekaligus tantangan pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra menegaskan, kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.

“Kunci utama mewujudkan sumber daya manusia yang unggul adalah guru. Karena itu, guru harus profesional dan juga sejahtera,” tegasnya.

Ferry menjelaskan, pendidikan profesi guru memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola guru yang efektif dan berkelanjutan. Sebab itu, perlu sinergi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyiapkan calon guru yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.

“Terima kasih kepada program INOVASI dan Kedutaan Besar Australia yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Pendidikan yang bermutu hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat serta tata kelola yang semakin baik dalam memenuhi kebutuhan guru ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dekan FKIP Unpatti sekaligus ketua panitia kegiatan, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, S.Pd., M.Pd mengatakan, workshop ini bagian dari kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan program INOVASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Kami meyakini bahwa kegiatan ini bukan sekadar workshop, tetapi menjadi ruang kolaboratif untuk menggali ide, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah strategis dalam membangun pendidikan yang berkualitas melalui pendekatan berbasis mutu, tidak hanya untuk Maluku tetapi juga Indonesia,” ujarnya.

Menurut Wenno, kehadiran berbagai LPTK dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan memperkuat jejaring kerja sama dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Ia juga mengapresiasi program INOVASI yang telah membuka ruang kolaborasi bagi Unpatti dan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dalam mengembangkan berbagai inovasi pendidikan yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di Maluku.

Melalui workshop ini, program INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi, strategi, dan langkah nyata untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di Maluku dan Indonesia menuju terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email